Bupati : Seluruh Karyawan BKK Karanganyar Harus Bekerja Secara Profesional

kominfo
Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Pengarahan Kepada Karyawan Karyawati PD BKK Karanganyar, Senin (15/2)

Karanganyar, Senin 15 Februari 2016

Sejumlah 134 karyawan/wati BKK Karanganyar yang bertugas di Kantor Pusat, Cabang maupun Kantor Kas mengikuti Pembinaan Jajaran BKK yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, Senin (15/2) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Budi Harjo Mulyo Wibowo selaku Plt. Direksi BKK Karanganyar dalam laporannya menyampaikan bahwa untuk BKK Karanganyar pada Tanggal 3 Februari 2016 telah diadakan RUPS Luar Biasa. Hal ini dilaksanakan setelah ada permohonan pengunduran diri Tanggal 8 Januari 2016 yakni Direktur Utama BKK Karanganyar, Subagyo dan Direksi BKK Karanganyar, Susanto yang diberhentikan dengan hormat.

“ Untuk teknis operasional BKK telah menunjuk pejabat sementara sekaligus kita menunggu proses seleksi Direksi oleh Panitia. Mengingat besarnya tantangan kedepan yang berat, untuk itu kami minta kepada Pemerintah Karanganyar dapat turut membantu dan memotivasi kami dengan harapan tugas pokok dan fungsi BKK Karanganyar yang dimiliki Kabupaten dan Provinsi ini dapat menjalankan tupoksinya dengan baik, bekerja sesuai aturan dan kebijakan yang berlaku. Bila ada karyawan/wati yang menyimpang, kami tidak segan-segan untuk memberikan sanksi ,” terangnya.

Sementara itu, menurut Bupati Karanganyar Juliyatmono, 49 persen kepemilikan saham BKK Karanganyar dari Pemerintah Kabupaten. Oleh sebab itu fungsi kami selaku Pemerintah adalah untuk memberdayakan BKK Karanganyar agar berkembang dengan baik. Terlebih BKK ini bertempat di wilayah Karanganyar, yang memiliki tingkat kesejahteraan masyarakatnya paling tinggi se Solo raya dan Income Perkapita kita juga yang tertinggi.

“Peran Perbankan sangat strategis untuk menggerakkan sektor-sektor perekonomian di Karanganyar sehingga BKK sebagai lembaga harus dijaga dengan baik dan bertanggungjawab. Karena lembaga ini milik Pemerintah Karanganyar dan Provinsi. Oleh karenanya setiap pengambilan keputusan selalu dibicarakan oleh kedua belah pihak, agar kedepan lebih baik” tutur Juliyatmono dihadapan Dewan Pengawas dan Keluarga Besar BKK Karanganyar.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga berharap seluruh karyawan/wati bekerja keras untuk memulihkan situasi BKK Karanganyar. Karena yang dikelola adalah uang, maka harus dikondisikan dengan tenang dan kondusif untuk sarana mempersiapkan ke masa depan yang sukses.

“Karena masyarakat mempercayakan uangnya kepada BKK Karanganyar. Maka harus kita kelola dengan bekerja yang baik, jaga kehormatan kita. Jangan berbuat untuk kepentingan orang per orang ataupun kelompok. BKK Karanganyar ini simbol Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Pemilihan jajaran direksipun harus akuntabel, berintegrasi yang dapat mengembangkan dan memperbesar BKK Karanganyar. Untuk itu, pengalaman kemarin jangan sampai terulang lagi. Di bank jangan ada campur tangan siapapun, karena yang dikelola adalah uang. Sedangkan uang tidak mengenal itu keluarga, saudara. Tetapi yang dikenal adalah cara untuk mengelola, managemennya. Maka saya minta keluarga besar BKK Karanganyar untuk bekerja secara profesional yang mencintai pekerjaannya, kreatif dan bekerja ada tata nilainya yakni dapat berdimensi secara akhirat,” pesan Juliyatmono dalam arahannya.

Dishubkominfo Karanganyar (Ad/Ind/Umi).