LGNOTA : Guru Jadi Orang Tua Asuh

Ketua LGNOTA Kabupaten Karanganyar Siti Khomsiyah Juliyatmono saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi LGNOTA tahun 2016

Ketua LGNOTA Kabupaten Karanganyar Siti Khomsiyah Juliyatmono saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi LGNOTA tahun 2016

Karanganyar, Sabtu (30/01/2016)
Guru PNS di Kabupaten Karanganyar akan menjadi Orang Tua Asuh (OTA) bagi anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu, anak berkebutuhan khusus yang rentan putus sekolah, agar mereka dapat mengikuti pendidikan dasar secara berkesinambungan sampai lulus sekolah.

Hal tersebut dikatakan Ketua Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGNOTA) Kabupaten Karanganyar Siti Khomsiyah Juliyatmono, Jumat (29/01) pada acara Sosialisasi Orang Tua Asuh, di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

“LGNOTA sebagai mitra Pemerintah mempunyai peran strategis dalam pelaksanaan Wajar Pendidikan dasar, melaui pemberdayaan masyarakat atau lembaga sebagai Orang Tua Asuh (OTA) untuk membantu anak usia sekolah umur 7-15 tahun,” kata Siti Khomsiyah Juliyatmono.

Dijelaskan lebih lanjut, besaran dana asuh selama satu tahun yang diberikan dari OTA kepada Anak Asuh (AA) untuk jenjang SD/MI sederajat sebesar Rp. 150 ribu, SMP/MTs sederajat Rp. 250 ribu, dan SMA/MA/SMK sederajat sebesar Rp. 350 ribu.

“Penyaluran dana asuh dapat disalurkan sendiri OTA/lembaga kepada AA, kemudian OTA melaporkan ke FKKOTA Kecamatan. Dapat pula lewat FKKOTA Kecamatan atau ke LGNOTA Kabupaten,” katanya.

Selain untuk kalangan guru, bagi perusahaan dapat menyalurkan dana CSR ke anak asuh sesuai data yang ada di LGNOTA Kabupaten Karanganyar. Tak hanya itu saja, bagi jajaran PNS lainnya dan anggota Oraganisasi Kemasyarakatan dapat pula menjadi OTA.

“Dari catatan kami, jumlah anak asuh tahun 2013 tercatat 1.014 orang, tahun 2014 sejumlah 2.857 orang dan tahun 2015 sebanyak 1.064 orang,” katanya.
Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan guru-guru menjadi OTA untuk mencari murid yang disasaran adalah anak yatim, piatu, yatim piatu. Namun, jika tidak ada carilah dia yang ekonominya paling susah.

Terkait dengan pembayaran, Bupati meminta untuk dibayar langsung tunai.

“Jangan dicicil pembayarannya. Pemberiannya sekali dalam satu tahun bisa pada saat setelah mendapatkan sekolahan atau setelah naik kelas dengan mencantumkan ketrampilan orang tuanya,” kata Bupati.

Dicontohkan, apabila orang tua mempunyai ketrampilan menjahit, maka akan diberikan mesin jahit oleh Pemkab Karanganyar.

“Dengan diberikan sarana ketrampilan itu, diharapkan ekonominya meningkat,” jelasnya. pd