Bangun Dua Pasar, Butuh Anggaran Rp 27 M

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat berbincang dengan pedagang pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat berbincang dengan pedagang pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu

Karanganyar, Kamis (07/01/2016)
Rencana membangun dua pasar tradisional dibutuhkan dana besar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar meminta bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah untuk membangun Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu, dan Pasar Matesih, Kecamatan Matesih.

“Dibutuhkan dana Rp. 27 Miliar untuk dua pasar itu. Pengajuan Bankeu juga disertai Detail Engineering Design (DED),” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, Selasa (05/01) saat meninjau Pasar Nglano.

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama rombongan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melihat langsung kondisi pasar. Mereka juga memasuki lorong-lorong sempit tiap sudut pasar tradisional itu.

“Kita lihat bersama, pasar yang seluas 11.449 meter persegi ini sudah tidak layak. Orang-orang saat belanja juga tidak nyaman,” kata Bupati.

Pemkab dalam membangun pasar akan dibuat seperti semi mall, bersih, nyaman sehingga pedagang dan pembeli juga senang.

“Di Pasar Nglano dibutuhkan Rp 16 miliar sedangkan Pasar Matesih Rp 11 miliar. Nantinya akan bangunan seluruhnya namun tetap satu lantai,” katanya.

Selama proses pembangunan berlangsung, akan dibangun pasar darurat untuk relokasi sementara di Lapangan Ngijo, bagi 1.200 pedagang Pasar Nglano. Sedangkan 1.350 pedagang pasar Matesih ditempatkan di Lapangan Matesih.

Lurah Pasar Nglano, Suwandi mengatakan, bangunan Pasar Nglano belum pernah direnovasi sama sekali. Kerusakan terparah di bagian utara seperti lantai hancur, atap ambrol dan bangunan kios melapuk.

“Sebanyak 500-an pedagang aktif berjualan dari total yang tercatat 1.000 lebih,” katanya. pd