Seminar Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi

kominfo
Istri Bupati Karanganyar memberikan pengarahan dalam Seminar Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi Kamis(17/12/2015)

Karanganyar, Kamis 17 Desember 2015

Dalam rangka menyambut hari ibu ke-87 tahun 2015 dan memperingati Hari Anti Korupsi Himpunan Keluarga Akademi Peternakan Karanganyar (HIKANA APEKA) menyelenggarakan seminar dengan tema “Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi” yang dilaksanakan di Aula Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) Kamis (17/12/2015).

Latar belakang di selenggarakannya seminar tersebut yakni perempuan mempunyai peran yang besar dalam keberhasilan suami didalam karir dan keluarga. Di balik kesuksesan sang suami tentu di belakangnya ada istri yang berjiwa besar dan kuat. Maksud dan tujuan acara tersebut adalah memberikan pembelajaran kepada kaum perempuan apa itu korupsi dan memberi pemahaman tentang apa itu pencucian uang.

Kominfo
Catur Lukito selaku Pembina Himpunan Keluarga Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) memberikan sambutan di Seminar Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi

Acara tersebut menghadirkan empat narasumber yakni Siti Chomsyah Juliyatmono selaku istri Bupati Karanganyar, Rahayu Utami Sari, Hadiasri Widiyasari dan Sudarto sebagai Kasi Intelegent Kejaksaan Negeri Karanganyar. Seminar ini juga di hadiri Istri Anggota Dewan (IGAWAN), Istri-istri SKPD, Ketua PKK Kabupaten Karanganyar, Ketua PKK kelurahan sekecamatan Karanganyar, Dharma wanita dan Gerakan Organisasi Wanita (GOW).

Dalam arahannya istri Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan bahwa peran seorang istri sangatlah penting dalam mencegah tindak korupsi. Istri yang baik adalah istri yang kuat dalam segala hal baik susah maupun senang, untuk mencegah korupsi sebagai istri janganlah suka menuntut suami yang berlebihan,” ujar istri Bupati Karanganyar. Beliau juga memiliki semboyan bahwa Hidup sederhana lebih membahagiakan daripada kaya raya tapi banyak hutang.

Selanjutnya, Rahayu Utami Sari selaku Notaris sekaligus narasumber pada seminar tersebut menyampaikan Perempuan sebagai sumber motivasi mewujudkan kejujuran di tengah keluarga.

Acara diakhiri dengan penyampaian materi oleh Sudarto sebagai Kasi Intelegent Kejaksaan Negeri Karanganyar yang menjelaskan tentang Penegakan hukum tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Di Indonesia, hal ini diatur secara yuridis dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dimana pencucian uang dibedakan dalam tiga tindak pidana.Ind/ft/Tt