Rohadi : “ Seniman itu akan terus berkembang, manakala ada partisipasi dari masyarakat”

kominfo

Cabut Tebu : Wakil Bupati Karanganyar H. Rohadi Widodo mengangkat sebatang tebu pada Tari Sugar Mill sebagai tanda pembukaan Festival Budaya Rakyat di eks PG. Colomadu (20/11 s/d 22/11/2015)

Karanganyar, Selasa 24 November 2015

Masih dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-98, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karanganyar bekerjasama dengan Para Seniman dari berbagai latar budaya berbeda menggelar Festival Budaya Rakyat yang tertuang dalam pertunjukkan Sardono’s Restrospective bertajuk Fabriek Fikr.

Dalam laporannya Kepala Diparbud Karanganyar, Tarsa mengatakan bahwa kegiatan ini satu sisi menampilkan budaya-budaya lokal yang ada di Kabupaten Karanganyar disisi lain adalah Eks Pabrik Gula Colomadu diharapkan sebagai Situs di Kabupaten Karanganyar maupun Nasional meskipun keadaannya sudah tidak beroperasi lagi masih tetap kami pertahankan sebagai cagar budaya.

“ Kami mengucapkan terima kasih kepada Sardono W. Kusumo atau yang lebih akrab dipanggil Mas Don seorang Seniman sekaligus Koreografer yang membina murid-muridnya di ISI Surakarta dan sekarang menjadi Rektor IKJ. Yang mana pada kesempatan ini akan menunjukkan berbagai festival seni dan budaya yang terlahir dari rakyat di lokasi Eks Pabrik Gula Colomadu selama tiga hari terhitung pada Tanggal 20 November sampai dengan 22 November 2015. Ini merupakan salah satu kegiatan yang mengangkat Eks PG. Colomadu dapat dikenal dunia sebagai salah satu Situs Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Karanganyar,” terang Tarsa dihadapan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Jajaran SKPD Karanganyar, Pengusaha Wawan Setiawan Lukminto, Para Peserta Festival Budaya rakyat serta warga masyarakat yang akan menyaksikan pertunjukkan festival.

Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyampaikan bahwa Festival ini telah dirancang selama 1,5 tahun oleh Mas Don, semoga dapat lebih membuka wilayah Solo raya melalui Kabupaten Karanganyar.

“Acara ini sudah dirancang 1,5 tahun oleh Mas Don, dan itu waktu yang sangat luar biasa. Muah-mudahan Festival yang digelar ini dapat semakin membuka wilayah Solo raya melalui Karanganyar yang kita cintai ini,” harap Wabup saat menyampaikan sambutannya.

Ia juga mengatakan Kabupaten Karanganyar sebagai satu wilayah yang maju dalam perindustrian.

“Tahun 1861 Kabupaten Karanganyar telah memiliki dua pabrik gula yakni Pabrik Gula Colomadu dan Tasikmadu sebagai wilayah yang perindustriannya maju pesat dan belum ada di kab/Kota lainnya. Dan semoga dengan digelarnya festival di Eks PG Colomadu ini, kami selaku Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama-sama dengan Para Seniman dapat menunjukkan berbagai pertunjukkan tari kontemporer yakni pertunjukkan yang merakyat yang dilahirkan dari masyarakat. Karena Seni itu akan terus berkembang manakala ada partisipasi dari masyarakat. Mudah-mudahan dengan pertunjukkan seni akan dapat menggerakkan perekonomian yang ada di kabupaten Karanganyarkhususnya dan Solo raya pada umumnya,” tutur Wabup saat membuka Festival Budaya Rakyat yang disambut tepuk tangan hadirin.

kominfo

Pertunjukkan Tari Payung dari Jaten, Karanganyar

????????????????????????????????????

Tarian dari Papua

Kegiatan Festival Budaya Rakyat ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 20 November sampai dengan 22 November 2015 berlokasi di Eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar yang mengikutsertakan Penari Papua, Penari Sarimpi, Penari Hip Hop, komputerisasi Music Elektronik dan pemutaran Film. Ind/ft