Mbah Wiji Senang Dapat Bantuan RTLH

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan mbah Wiji (paling kiri) di rumahnya, RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan mbah Wiji (paling kiri) di rumahnya, RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Kamis (12/11/2015)
Raut muka bahagia terpancar dari seorang wanita tua di sebuah rumah yang sederhana bercat kuning. Dialah Wiji, umur 80 tahun, bertempat tinggal di RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Rumah yang ditinggali sendirian oleh Mbah Wiji karena suami dan keduan anaknya telah meninggal dunia, mendapat bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinisi Jawa Tengah sebesar Rp. 7 juta, yang dicairkan pada bulan Sepetember 2015.

“Dana sebesar itu diperuntukkan merehab atap, lantai dan dinding dengan pengelolaan kelompok masyarakat,” kata Kepala Desa Ngadiluwih, Supriyanto Widodo.

Setelah rehab selesai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengunjungi rumah berukuran 4×6 meter, Rabu (11/11) di lokasi.

Setelah selesai berbincang denga mbah wiji, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan di Jawa Tengah masih ada sekitar 2 juta RTLH

“Ada skenario untuk mempercepat pembangunan yakni dengan anggaran provinsi dan pusat jika berbagi bisa mempercepat, dan dengan bantuan CSR,” katanya.

Ganjar juga menuturkan saat ini lagi dibuat Perda CSR untuk mempercepat pembangunan tanpa bergantung pada anggaran Negara. pd