Hari Pahlawan Sebagai Barometer Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

kominfo
Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Membacakan Sambutan Menteri Sosial RI Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-70 Di Kabupaten Karanganyar, Setda Karanganyar (10/11)
kominfo
Peletakan Bunga Oleh Kapolres Karanganyar AKBP. Mahedi Surindra, SH, S. IK Selaku Inspektur Upacara Tabur Bunga di TMP Dharma Tunggal Bhakti Karanganyar
kominfo
Forkompinda Karanganyar Saat Tabur Bunga Hari Pahlawan 2015

Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015 Ke-70 Kabupaten Karangayar berlangsung khidmat, Selasa pagi (10/11/2015) di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM dan sebagai Komandan Upacara dari Kodim 0727 Karanganyar Kapten Infanteri Suwandi.
Upacara diikuti oleh Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar, Organisasi Pemuda, Karyawan/wati PNS dilingkungan Karanganyar, Mahasiswa serta Pelajar.

Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa penyelenggaraan peringatan Hari Pahlawan selalu menjadi penting, karena dapat digunakan sebagai barometer tentang seberapa kuat keyakinan kita terhadap nilai-nilai kejuangan dari suatu proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, juga sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang untuk mewujudkan kemerdekaan dan menjaga tetap utuhnya negara kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 ini difokuskan untuk membangun kesadaran dan ingatan kolektif seluruh bangsa Indonesia sebagai representasi pengakuan, penghormatan, dan penghargaan dari nilai-nilai kejuangan untuk diimplementasikan dalam kehidupan bernegara pada waktu kini dan akan datang.

Hari Pahlawan tahun 2015 ini mengusung tema “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku”. Makna dari tema tersebut adalah untuk menginternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik.

Saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan dan, produktifitas bangsa. Mulai dari terjadinya konflik intoleransi antar umat beragama, berkembangnya faham radikalisme, tawuran antar kampung maupun antar pelajar, maraknya penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan sebagainya. Keadaan ini jauh dari apa yang dicita-citakan dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa yang telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada kita semua.

Marilah kita renungkan sekali lagi, langkah besar Bapak Bangsa kita seperti Soekarno, Mohammad,Hatla, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Mudzakkir, Agus Salim, Abikusno Tiokrosoejoso, AA Maramis, dan Ahmad Subarjo yang terhimpun dalam Panitia Sembilan BPUPKI. Mereka telah mewariskan lima norma dan nilai-nilai yang kemudian menjadi Pancasila sebagai dasar negara,’sebagai ideologi pemersatu bangsa, juga sebagai spirit kegotong-royongan dalam bermasyarakat dan bernegara.

Langkah besar dan semangat kepahlawanan para pendiri bangsa itulah yang perlu di-diseminas ikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan penguatan semangat dalam menghadapi setiap tantangan dan ujian yang dihadapi negeri ini. Untuk itu marilah momentum ini kita jadikan satu langkah baru untuk membangun keyakinan dan optimisme kita sebagai warga bangsa untuk dijadikan landasan revolusi karakter bagi bangsa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.

Usai pelaksanaan Upacara dilanjutkan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Dharma Tunggal Bakti, Karanganyar, Jawa Tengah. Selaku Inspektur Upacara Tabur Bunga Kapolres Karanganyar AKBP. Mahedi Surindra, SH, S. IK.

Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar diikuti peserta Upacara melakukan tabur bunga sebagai tanda penghormatan atas perjuangan mereka yang telah mendahului kita dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sampai darah penghabisan dan gugur sebagai Syuhada’. Ad/ind