Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengibaskan bendera start Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengibaskan bendera start Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Karanganyar, Minggu (01/11/2015)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Napak Tilas Perjuangan Raden Mas (RM) Said yang dimulai dari Lapangan Mojoroto, Kecamatan Mojogedang hingga finis di Sapta Tirta Pablengan, Kecamatan Matesih.

Jarak yang ditempuh sekitar 18 kilometer dan dengan berjalan kaki, terbagi dalam tiga Pos, yakni Pos 1 di Kecamatan Mojogedang, Pos 2 di hutan karet Dengkeng, Pos 3 di Kantor Kepala Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan.

Bupati Karanganyar Juliyatmono tepat pukul 07.30 WIB memberangkatkan sekitar 550 orang peserta dari pelajar, ormas, maupun PNS terbagi sebanyak 78 kelompok.

“Dihayati nilai-nilai perjaungan, betapa sungguh-sungguh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa ikut menjadikan Indonesia dan melahirkan Kabupaten Karanganyar ini,” kata Juliyatmono, Minggu (01/11).

Dengan napak tilas ini, seluruh generasi bersama-sama meneguhkan sikap untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk membangun cita-cita yang diinginkan.

“Dengan adanya napak tilas ini diharapkan semakin mencintai Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Ditempat yang sama, diceritakan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar Iskandar di Desa Mojoroto, RM Said menempa diri lahir dan batin dan para pengikutnya berlatih olah kanuragan dan pengembangan jiwa kawijayan.

“Suatu ketika, Kanjeng Sinuhun Susuhunan Pakubuwana II dan dibantu pasukan Belanda, menyerang dan menghancurkan markas tersebut hingga bangunan menyerupai Kraton di hancurkan,” kata Iskandar.

RM Said dan pengikutnya kemudian memindahkan markasnya kearah selatan, yaitu dusun Segawe, Wilayah Jatiyoso. Melalui perjuangan yang panjang, akhirnya memperoleh kemenangan dan menjadi Raja dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara I. pd