Resmikan Huntap, Gubernur Ganjar Merasa Kagum

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi
Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa kagum begitu turun dari mobil melihat keberhasilan pembangunan rumah program relokasi tanah longsor, di Kecamatan Jenawi.

“Wah ini bangunan tertata rapi, bagus-bagus,” kata Gubernur Ganjar Pranowo, setelah peresmian di Hunian Tetap (Huntap) korban tanah longsor, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Minggu (11/10) siang.

Lantas, Ganjar bersama Deputi 1 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bernadus Wisnu Wijaya, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melihat dari dekat sekitar 30 rumah warga itu yang berdiri di atas tanah seluas 12.900 meter persegi.

“Ini hebat, bisa menjadi contoh daerah lain. Mau pindah saja sudah dua jempol, karena ada orang yang terkena bencana pindah saja tidak mau,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi kepedulian Pemkab Karanganyar dalam menanggulangi bencana, dengan cara masyarakat diberi edukasi pengurangan risiko bencana bahwa tempatnya mempunyai potensi bencana sangat tinggi.

“Akan saya kampanyekan keberhasilan di Karanganyar ini. Mudah-mudahan menjadi contoh pengurangan risiko, karena Jawa Tengah ini supermarketnya bencana,” katanya.

Untuk diketahui biaya pembangunan setiap rumah mendapatkan bantuan dana Rp 20 juta dari APBN ditambah Rp 15 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Rp 10 juta dari APBD Kabupaten Karanganyar.

Program relokasi korban bencana alam di Kabupaten Karanganyar terealisasi dua tahapan. Tahap pertama, pembangunan 96 unit yang berada di Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Tawangmangu dengan total biaya Rp. 1,92 miliar.

“Tahap dua mendanai pembangunan 65 unit rumah sebesar Rp. 1,3 miliar di Jenawi, Kerjo dan Colomadu,” katanya.

Bupati Juliyatmono menjelaskan pula pada kesempatan itu untuk salah satu wujud lain mengurangi risiko bencana, Pemkab Karanganyar akan mengiatkan kegiatan menanam pohon.

“Bulan November nanti akan ada aksi menanam pohon di lereng Gunung Lawu,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa lokasi huntap ini aman dan baik, jadi tidak perlu ada kekhawatiran.

Ditambahkan oleh Bernardus Wisnu Wijaya, pembangunan hunian relokasi tersebut menjadi contoh sinergitas masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana.

“Ini contoh masyarakat dan pemerintah yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya. pd

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi