Ganjar Mengajar Tentang Bencana Alam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar tentang bencana alam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar tentang bencana alam

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kabupaten Karanganyar setelah peresmian Hunian Tetap (Huntap) di Kecamatan Jenawi, dilanjutkan Ganjar Mengajar yang diikuti sekitar 300 pelajar dari SMA/SMK di Kabupaten Karanganyar.

Di depan para pelajar, Ganjar mengatakan Jawa Tengah banyak terjadi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan.

“Tidak sadar, perilaku kita mendorong terjadi bencana, seperti menebang pohon semaunya sendiri, membiarkan sampah mengunung, aliran sungai tersumbat, dan banyak penyakit,” katanya, Senin (11/10) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dia juga mencontohkan beban sungai sangat banyak, air baku tidak bisa digunakan, saat hujan banjir, maupun saat kemarau kekeringan.

“Sebenarnya masalah yang di sungai itu bisa karena pendangkalan. Tanah berasal gunung yang dibawa air, karena erosi tidak ada akar pohon yang menahan,” ujarnya.

Dalam konteks bencana bisa dicegah dari awal, seperti bersih-bersih sungai, menanam pohon, pohon dirawat dan jangan menebang pohon, dan ikuti tata ruang.

“Kita berupaya untuk mengurangi bencana, misal ada tanggul rusak maka segera diperbaiki,” ujarnya.

Tanda-tanda jika akan terjadi bencana, lanjutnya bisa diketahui dengan ilmu titen dan teknologi, misalnya gunung berapi akan meletus, bisa dengan tanda-tanda alam.

“Hewan-hewan di gunung turun, suhu air di sungai di gunung bisa naik,” katanya.

Pada kesempatan itu, para pelajar juga dikenalkan alat-alat penanggulangan bencana, seperti alat penjernih air, cara mendirikan tenda, dan cara menolong korban bencana. pd