Berharmonisasi Untuk Pelestarian Alam

Bupati Karanganyar Juliyatmono (berdiri) saat memberi pengarahan di acara Bimtek Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana

Bupati Karanganyar Juliyatmono (berdiri) saat memberi pengarahan di acara Bimtek Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana

Karanganyar, Jumat (09/10/2015)
Untuk menjaga kelestarian alam, diperlukan harmonisasi antara manusia dengan alam agar terhindar dari bencana. Hal itu merupakan ajakan Bupati Karanganyar Juliyatmono saat acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana sebagai rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2015, di Balai Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Jumat (09/10) siang.

Kabupaten Karanganyar merupakan daerah termasuk mitigasi bencana berupa tanah longsor dan banjir. Pada kesempatan itu ditekankan olehnya, sebaiknya jangan suka menebang pohon terutama di dataran tinggi.

“Menanam untuk sedekah alam. Tanah untuk ditanami bukan dirusak. Jika di rusak maka dia akan ikut merusak pula, untuk itu agar tidak terjadi tanah longsor, salah satu pencegahan yakni dengan menanam pohon,” kata Juliyatmono, dihadapan ratusan peserta.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun 2014 kemarin sudah mencanangkan Gerakan Karanganyar Ijo Royo-royo, yakni dengan menanam ribuan pohon diberbagai tempat.

“Bulan November nanti kita akan kembali hijaukan Karanganyar,” kata Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar Rohadi Widodo.

Para peserta bimtek itu diikuti pramuka, pelajar, guru, dan perangkat desa setempat. Hadir pula narasumber Prof. Ir. Sarwidi, MSCE, Ph.D.,IP-U dan Kepala Bidang Perencanaan Siaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Eny Supartini, Sarjimin dan Wahyu Widodo dari Aktivis SAR Merapi.pd