Pemerintah dan Orang Tua Wajib Peduli Internet Sehat

DSC_0186

Para peserta workshop “Internet Sehat Bikin Hebat” yang terdiri dari kalangan remaja (Minggu 20/09/15).

“Banyak anak jaman sekarang dengan mudah membuka HP dengan internet. Ya kalau dipakai untuk hal-hal yang berguna, tapi bagaimana kalau justru untuk hal-hal negatif?” Pernyataan ini salah satu kekhawatiran yang dilontarkan Lurah Delingan, Drs. Kustono, dalam sambutannya mengantarkan acara workshop internet sehat untuk generasi muda yang diselenggarakan oleh Pemkab Karanganyar melalui SKPD pengampu yaitu Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Minggu (20/9).

Kegundahan Bapak Lurah itu kiranya menjadi potret kegelisahan mayoritas orang tua sekarang. Sudah jamak anak-anak usia sekolah dari SMP, SMA bahkan murid SD sudah mahir mengoperasikan telepon genggam (Handphone/HP). Mereka adalah generasi yang terlahir di jaman teknologi digital (digital native), tidak heran jika ketrampilan dan pengetahuan mereka lebih canggih dibanding generasi bapak-ibunya.

Kepandaian anak-anak mengenai tekhnologi informasi ini bahkan terkadang bagi sebagian orang tua menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Namun alih-alih memberi rambu-rambu dan arah, kadang orang tua atas alasan kesibukan justru menyerahkan sepenuhnya kebebasan anak-anak mereka berselancar di dunia maya. Padahal dunia cyber bagaikan rimba, menawarkan berbagai kemanfaatan dengan fitur-fitur canggihnya, akan tetapi juga menghadirkan predator/ pemangsa yang siap menelan anak-anak kita.

Jika tidak hati-hati, anak-anak, yang nantinya akan menjadi generasi penerus pemimpin bangsa, bisa terjerumus dalam candu pornografi, drugs, game addiction, menjadi korban dan pelaku tindakan bully melalui internet. Nasib anak-anak kita ada dalam sebuah genggaman, HP ditangannya.

Itulah kecemasan, bahkan boleh jadi sudah menjadi ancaman bagi anak-anak yang masih mencari jati diri, labil, mudah terpengaruh dan dipengaruhi, karena kurangnya pengetahuan, pemahaman, perhatian, pengawasan dari para orang tua, sekolah dan lingkungannya.

Workshop yang bertajuk “Internet Sehat Bikin Hebat” di Kelurahan Delingan Kecamatan Karanganyar ini diikuti oleh sekitar 44 peserta dengan mayoritas usia remaja dan sekolah, serta sebagian dari unsur perangkat desa dan PKK.

Drs. Bambang Sugito, Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa generasi muda utamanya anak-anak usia sekolah harus mendapat pemahaman dan bimbingan yang benar agar dapat memanfaatkan internet secara sehat. Ibarat pisau bermata dua, internet bisa melukai namun juga bisa dimaksimalkan funginya untuk mempermudah kehidupan.

Workshop diselingi dengan penayangan video persuasi tentang Internet Sehat dan Aman

Workshop diselingi dengan penayangan video persuasi tentang Internet Sehat dan Aman

Eko Supriyadi, M.Eng, selaku pembicara dalam workshop ini menekankan perlunya pemanfaatan internet secara sehat, yakni menggunakan internet secara bertanggungjawab untuk kegunaan positif, tidak melanggar moral, etika dan ketentuan hukum. Dewasa ini mayoritas kaum muda mengenal dan menjadi pengguna media sosial, baik twitter, facebook, instagram, dan lain sebagainya. Perlu diingatkan bahwa jangan mudah percaya dengan seseorang yang belum atau baru dikenal melalui media sosial, jangan mengumbar identitas diri kepada orang lain, dan jangan mengunduh atau mengunggah foto atau video yang melanggar norma susila. Dalam sebuah akronim, peserta diajarkan untuk memegang kode etik berinternet sehat, yakni SMART (Save, Meeting, Accept, Reliable dan Tell). Para peserta terlihat antusias mengikuti workshop hingga siang hari yang diselingi dengan pemutaran video edukasi internet sehat, game dan pemberian doorprize.

Sebagai catatan, mengingat sangat krusialnya persoalan moral dan nasib masa depan generasi muda, maka pemerintah perlu mendorong upaya-upaya penyadaran melalui kegiatan semacam ini di seluruh pelosok daerah secara massif, agar generasi emas Indonesia yang akan memimpin bangsa ini mampu tumbuh menjadi generasi hebat dan sanggup melanjutkan kepemimpinan yang tangguh di masa yang akan datang.(Sfi)