Gibran Maheswara, Mendalang Mulai Umur 3,5 Tahun

Dalang cilik Gibran Maheswara saat memainkan tokoh wayang
Dalang cilik Gibran Maheswara saat memainkan tokoh wayang

Karanganyar, Selasa (01/09/2015)
Bunyi gamelan jawa mengiringi pentas wayang kulit pada malam itu. Namun pentas itu tidak dimainkan oleh dalang kondang atau pun yang sudah senior.

Tetapi pagelaran wayang kulit yang diadakan di Dusun Jatisari, Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo itu dimainkan oleh dalang cilik, Senin (31/08).

Ya, Gibran Maheswara, dalang cilik usia 4 tahun ini ikut pentas diantara lima dalang cilik lainnya. Anak yang saat ini masih sekolah di TK Aisyiyiah Ngringgo 3, Palur tak canggung untuk memainkan wayang kulit.

“Dia sudah bisa memainkan lakon Gatotkaca Jedhi, dan juga budalan,” kata Agus Setyawan, ayah dari Gibran Maheswara.

Agus menceritakan kenapa anaknya tertarik dengan wayang kulit. Awal mula, si anak mulai tertarik dengan budaya jawa itu ketika umur 1 tahun.

“Sejak umur itu sudah dikenalkan dengan wayang, bahkan jika menonton bisa sampai goro-goro pun masih kuat. Kalau diajak pulang dia tidak mau,” kata Agus.

Gibran juga membuat tertawa para penonton. Lelucon pun juga terkadang bisa diberikan. Suara, sabetan, memainkan bunyi keprak, dan suluk juga sudah mulai bagus.

“Anak saya mulai belajar memainkan tokoh wayang sejak umur 3,5 tahun, dan latihan Sanggar Sarotama, Desa Ngringgo, Kecamatan Jaten,” ujarnya.

Dari hasil latihan yang diadakan setiap Sabtu, setiap Minggu, dalang cilik itu sudah berani pentas di lima lokasi. Seperti temu dalang bocah di Taman Budaya Jawa Tengah, dan beberapa pentas lainnya.

Dengan adanya dalang-dalang cilik itu, harapannya tradisi budaya jawa wayang kulit yang diakui UNESCO sebagai Master Piece of Heritage of the World sebagai wujud kepedulian dunia kepada produk budaya tradisional, bisa terjaga kelestariannya.pd