Trilogi Kerukunan Umat Beragama Masih Relevan Di Masyarakat

????????????????????????????????????

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan arahannya terkait kerukunan antar umat beragama bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se Karanganyar, Selasa (25/08).

Dalam rangka meningkatkan kerukunan umat beragama guna menjaga persatuan dan kesatuan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Karanganyar bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan silaturahmi kerukunan umat beragama Kabupaten Karanganyar tahun 2015 di Gedung Paripurna DPRD Karanganyar, Selasa (25/ 08).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, FORKOPIMDA Karanganyar, Kepala KESBANGPOL, Ketua FKUB serta diikuti Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Dewan Penasihat FKUB, Segenap pengurus FKUB di 17 Kecamatan se- Karanganyar, Camat se- Kabupaten Karanganyar, KUA, Organisasi keagamaan NU, MTA, LDII, DMI, MUI, PONPES.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa toleransi, rasa menghargai antar umat beragama, membawa sinergi antara pemerintahan dan masyarakat, serta peran aktif Tokoh Agama, dalam menjaga kerukunan umat beragama,” kata Muh. Indrayanto selaku kepala KESBANGPOL Karanganyar saat menyampaikan materi.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan kembali pentingnya Trilogi Kerukunan umat beragama.

“Saya atas nama Pemerintah mengucap syukur atas terselenggaranya kegiatan FKUB, semoga dapat diwujudkan secara sungguh – sungguh di Kabupaten Karanganyar ini. Saya tahu volume atau frekuensi kerja FKUB ini cukup padat dalam menjaga kondusifitas kerukunan umat beragama di Karanganyar ini, “terang Juliyatmono dihadapan para peserta Seminar Kebangsaan.

“Saya tekankan bahwa Trilogi kerukunan umat beragama itu masih sangat relevan di terapkan di masyarakat, diantaranya: Kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

Ia juga berharap Kabupaten Karanganyar menjadi contoh di Indonesia sebagai Kabupaten yang damai dan tentram.

“Kedepan Kabupaten Karanganyar ini dapat menjadi contoh 514 Kabupaten/Kota di Indonesia sebagai Kabupaten yang aman, rukun, damai, dan tentram dengan berbagai umat beragama dan aliran kepercayaan serta budaya yang beragam,”harap Juliyatmono.

“Sebagai wujud nyata telah kita selanggarakan Kemah Kebangsaan ditahun 2014 kemarin,” tambahnya. ind/ft/pcu