KKN Tematik UNS Hasilkan Produk Olahan Makanan

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kanan), Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (batik hijau), dan Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS (tengah, bertopi) saat meninjau stan hasil olahan mahasiswa KKN UNS, Jumat (21/08) di Pendopo Rumah Bupati Karanganyar
Bupati Karanganyar Juliyatmono (kanan), Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (batik hijau), dan Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS (tengah, bertopi) saat meninjau stan hasil olahan mahasiswa KKN UNS, Jumat (21/08) di Pendopo Rumah Bupati Karanganyar

Karanganyar, Sabtu (22/08/2015)
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret melalui Unit Pengelola KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat telah terlaksana tiga periode.

Pelaksanaan KKN UNS di Kabupaten Karanganyar periode III pada bulan Juli-Agustus 2015, terdapat 219 mahasiswa yang terbagi dalam 22 kelompok yang berlokasi di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Jumantono selama 1,5 bulan.

Ketua Unit Pelaksana KKN UNS Dr. Sc.Agr. Rahayu, SP., MP mengatakan, program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan periode ke tiga, direncanakan tiap semester dikirim ke Kabupaten Karanganyar.

“Peserta berada di lokasi selama 1,5 bulan. Sejumlah 220 orang, disebar di 22 desa. Setiap desa sejumlah 10 orang,” jelas Dr. Sc.Agr. Rahayu, SP., MP, Jumat (21/08) saat penarikkan peserta KKN diterima Bupati Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dia lebih lanjut mengatakan, tema KKN Tematik kali ini antara lain Peningkatan Ekonomi, Peningkatan Ekonomi Pedesaan, Peningkatan Ekonomi Kerakyatan, Pemberdayaan UKM dan Pariwisata, Peningkatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata dan Peningkatan Pendidikan.

“Adapula tema Peningkatan Ekonomi, Sayur Organik dan Stevia, Peningkatan Ekonomi dan Holtikultura,” katanya.

Produk unggulan ekonomi kreatif dari hasil program KKN misalnya brownies ketela ungu, puding ketela ungu, inovasi timus isi kismis, nugget lele, dan dodol jambu biji merah.

Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS ditempat yang sama mengatakan, salah satu temuan kecil dari mahasiswa dan dosen menemukan biodiversitas rumput sebagai substitusi pengganti gula.

“Kalau di Indonesia kekurangan gula bisa digunakan, jika rumput itu ditanam di ketinggian tertentu dan diperkirakan bisa ditanam ratusan hektar di Kabupaten Karanganyar ,” katanya.

Konsep KKN ini berkelanjutan, bulan September-Oktober tahun 2015 ada KKN yang bekerjasama Kemenristekdikti dan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

“Jika Bupati mau, maka akan dibawa ke Kabupaten Karanganyar untuk meneruskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang sudah diidentifikasi mahasiswa, sampai selesai,” katanya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan temuan-temuan mahasiswa akan ditindak lanjuti dengan baik dan akan dikongkritkan.

“Silahkan mahasiswa KKN di Kabupaten Karanganyar berapun jumlahnya, karena dampak baiknya luar biasa. Sentuhan mahasiwa KKN di desa-desa bisa memotivasi masyarakat setempat,” katanya. pd