Kolaborasi Sosialisasi P2KP dan RKPKP

Pemerintah kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah membuat terobosan menyatukan sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) dengan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP), Selasa 4 Agustus 2015.

Mengangkat isu yang sama 100-0-100, lokasi yang sama dan pelaku yang sama menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan. Bahkan tidak tanggung-tanggung dihadirkan narasumber dari Direktorat Pengembangan Permukiman Dirjen Ciptakarya KemenPU-Pera Jakarta.

Clip

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Aula Pertemuan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar, dihadiri kurang lebih 150 orang yang terdiri dari unsur Bupati, Sekda, SKPD, Pokjanis, Camat, PJOK, Kepala Desa/Kelurahan, BKM dan Konsultan pendamping.

Kesepakatan dan kesepahaman sosialisasi dilaksanakan secara bersamaan setelah dilakukan 3 (tiga) kali pertemuan antar konsultan pendamping. Pertemuan pertama tanggal 23 Juli 2015, korkot P2KP menyampaikan tentang P2KP kepada dinas/pokjanis.

Kemudian dilanjutkan pertemuan kedua pada tanggal 25 Juli 2015, konsultan pendamping penyusunan RKP-KP menyampaikan hal yang sama. Dan terakhir pertemuan dengan seluruh pokjanis RKP-KP pada tanggal 28 Juli 2015.

100-0-100 tanggung jawab bersama

Astriana Harjanti, narasumber dari kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyampaikan pemerintah Indonesia melalui RPJMN III 2015-2019 telah menetapkan target pencapaian 100% akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga 0%, dan penyediaan akses sanitasi layak 100% atau lebih dikenal dengan gerakan 100-0-100.

Berdasarkan data kementerian pekerjaan umum akhir tahun 2014, kondisi akses air minum layak baru mencapai 70,5%, luas kawasan permukiman kumuh 10% atau setara dengan 38.431 Ha, dan akses sanitas baru mencapai 62%.

Clip_2

Khusus terkait dengan penanganan kawasan kumuh difokuskan pada upaya peningkatan kualitas dikawasan perkotaan, dengan tetap mempertimbangkan perlunya upaya pencegahan permukiman agar tidak kumuh lagi.

“UU No 1 tahun 2011 menegaskan penanganan kumuh melalui dua konsep yakni peningkatan kualitas dan pencegahan”, ujar Astriana. Peningkatan kualitas, lanjut astriana pemerintah pusat memfasilitasi penyusunan dokumen RKP-KP dan penanganan kumuh, sedangkan untuk pencegahan kumuh difasilitasi oleh P2KP.

Melalui sosialisasi ini menurut Astriana merupakan langkah kolaborasi bersama antara p2kp dan RKPKP, sekaligus juga kolaborasi semua pihak yaitu pemda, masyarakat, kelompok peduli lainnya. “100-0-100, menjadi tanggungjawab bersama”, tegasnya.

Baseline 100-0-100

Sementara itu, coordinator kota P2KP Kabupaten Karanganyar, Dade Saripudin dalam sosialisasinya mengatakan bahwa P2KP merupakan keberlanjutan dari PNPM Mandiri Perkotaan, dengan focus yang lebih spesifik yakni peningkatan kualitas permukiman.

Sebelum menyampaikan pesan tentang P2KP, Korkot Kab. Karanganyar mengupas evaluasi pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Karanganyar mulai tahun 2007-2014. Dana BLM PNPM yang sudah terserap di Kabupaten Karanganyar dari pusat mencapai Rp. 74,8 M dan APBD sebesar Rp. 12,8 M.  Pemanfaatan terbanyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur yakni jalan, perbaikan rumah tidak layak huni, talud, jamban dan spal.

Pemerintah menyakini bahwa Keberhasilan mencapai target 100-0-100 sebagian besar turut ditentukan oleh kontribusi peran pemda dan partisipasi masyarakat serta sinergi stakeholder.

“Atas dasar itulah, pemerintah melalui Ditjen Cipta Karya menyiapkan Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP), sebagai upaya strategis memberdayakan masyarakat dan memperkuat peran pemda”, ujar Dade.

Pelaksanaan P2KP di Kabupaten Karanganyar dilaksanakan di 51 Kelurahan/ Desa, 5 Kecamatan, yakni Tasikmadu, Kebakkaramat, Jaten, Colomadu dan Karanganyar. Sementara untuk pelaksanaan penanganan kumuh berada di 23 Desa/Kel, 35 Kawasan di 6 Kecamatan.

Tahun 2015 P2KP akan memfasilitasi masyarakat dalam penyusunan base line 100-0-100. Target pelaksanaan penyusunan base line ini adalah rumusan persoalan kemiskinan terkait dengan 7 indikator kumuh, data dasar dan profil kawasan permukiman dan kawasan kumuh serta indikasi kegiatan mencapai target 100-0-100. “Diharapkan baseline ini selesai pada bulan September 2015”, Ungkap Dade.

Kegiatan yang berakhir 16.30 Wib itu diakhiri dengan diskusi penyusunan rencana tindaklanjut kegiatan P2KP di tingkat masyarakat.

Pengirim:
Dade Saripudin
Korkot P2KP Kab. Karanganyar
Jl. Badak II Karanganyar