Bupati Karanganyar Inspektur Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyerahkan Bendera Duplikat kepada Annisa Prima Kharisma

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyerahkan Bendera Duplikat kepada Annisa Prima Kharisma

Karanganyar, Selasa (18/08/2015)
Pada Upacara Peringatan HUT Ke 70 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2015 di Kabupaten Karanganyar, Bupati Karanganyar Juliyatmono bertindak sebagai Inspektur Upacara, Senin (17/08/2015) di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.

Upacara itu juga diikuti oleh sekitar 2000 orang mulai dari unsur TNI,Polri, Ormas, PNS, Pelajar, Mahasiswa dan Pramuka. Tampak juga Forkopimda Kabupaten Karanganyar, Pimpinan dan anggota DPRD, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sekda Samsi, para Kepala SKPD, Pimpinan BUMD, Veteran, dan tamu undangan lainnya.

Bertindak sebagai pembawa baki Bendera Pusaka yakni Delvika Safira dari SMAN Karangpandan, sedangkan Annisa Prima Kharisma dari SMAN 1 Karanganyar sebagai pembawa baki Bendera Duplikat.

Sedangkan pengibar bendera yakni Putut Hendi dari SMK Bina Dhirgantara, Garin Cahya dari SMAN Colomadu, dan Aldo Sulistyo dari SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo.

Pengibaran Bendera Merah Putih

Pengibaran Bendera Merah Putih

Sebagai inspektur upacara, Bupati Juliyatmono membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.”Kedaulatan politik negara harus kita jaga sebagai bangsa yang merdeka. Tidak boleh satu negarapun mengintervensi,” kata Bupati.

Tugas berat berikutnya adalah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa. “Kita harus mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri, memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa harus bergantung pada satu negara,” kata Juliyatmono.

Lebih lanjut Gubernur juga menjelaskan setahap demi setahap, mulai dari desa sampai kota, mulai dari rakyat jelata sampai penguasa, sama-sama melakukan gerakan reformasi mental dan tingkah laku, menjadi pribadi-pribadi yang patut menjadi teladan yang baik bagi anak cucu pewaris dan penerus cita-cita Kemerdekaan Indonesia.

“Hal ini saya sampaikan karena hal terberat yang perlu dilakukan saat ini bukanlah berjuang, tetapi mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang bermanfaat untuk Indonesia,” kata Bupati.

Defile pasukan

Defile pasukan

Pasca merdeka yang menjadi musuh bukan lagi bangsa asing atau penjajah namun sesama atau sebangsa. Kebhinekaan di pelosok Nusantara harus dijadikan sebagai kekayaan budaya dan khasanah Indonesia, untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelum acara dimulai, ada tari kolosal yang menggambarkan pejuangan Raden Mas Said melawan dan mengusir penjajah. Tari yang diberi judul Tiji Tibehitu dimainkan 215 orang dari MAN Karanganyar, dan Ari Kuntarto dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar sebagai koregrafer.

Setelah upacara usai, para peserta berdefile dihadapan para tamu undangan didepan Setda Kabupaten Karanganyar, dengan diiringi korsik gabungan Polres Karanganyar dan Ssatpol PP.pd