Ngargoyoso Adakan Festival Tlaga Madirda

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah, berjaket hitam) saat membaca puisi saat pentas kolaborasi kesenian,Sabtu (01/08) di Festival Tlaga Madirda.
Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah, berjaket hitam)  membaca puisi saat pentas kolaborasi kesenian,Sabtu (01/08) di Festival Tlaga Madirda.

Karanganyar, Minggu (02/08/2015)
Masyarakat Kecamatan Ngargoyoso kembali mengadakan gelar pertunjukan seni budaya yang diadakan setiap tahun. Tahun 2015 ini diberi nama Festival Tlaga Madirda, diadakan di Tlaga Madirda, Desa Berjo, dengan berbagai jenis pertunjukkan.

Festival Tlaga Madirda (FTM) itu berlangsung selama dua hari, dari Sabtu-Minggu (01-02/08) dan dibuka oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Untuk hari pertama pesta kuliner, pesta kesenian rakyat, pentas karawitan anak, pentas kolaborasi kesenian rakyat “Urup, Urip, Hanguripi”, dan pentas drama “Ande-Ande Luput”.

Sedangkan hari kedua, terdapat pentas kreativitas anak, pesta kuliner rakyat, pentas kesenian rakyat, pameran fotografi, dan pentas pertunjukan wayang kulit.

Di Kecamatan Ngargoyoso sudah tahun ketiga, sejak 2013, mengadakan festival seni budaya. Antusias masyarakat dalam seni budaya juga terlihat tinggi. Terdapat pula puluhan stand UKM dari warga setempat.

Pentas kolaborasi kesenian rakyat di Festival Tlaga Madirda, Sabtu (01/08)
Pentas kolaborasi kesenian rakyat di Festival Tlaga Madirda, Sabtu (01/08)

Rektor ISI Surakarta Prof.Dr.Sri Rochana Widyastutieningrum., S.Kar., M.Hum menuturkan festival ini merupakan implementasi kerjasama ISI Surakarta dengan Pemkab Karanganyar dengan masyarakat Ngargoyoso.

“Disini terdapat berbagai kegiatan seni, tidak hanya dapat hiburan, namun lebih mengakrabkan hubungan silaturahmi, pengembangan seni budaya,” katanya, saat memberikan sambutan, Sabtu (01/08) di lokasi.

Ditempat acara, Bupati Juliyatmono menuturkan Indonesia banyak seni budaya yang harus di lestarikan dengan mencintai seni budaya.

“Mari kita jaga dan lestarikan karena budaya adalah alat pemersatu, hidup rukun dan dapat gagasan baru,” katanya.

Juliyatmono juga mengatakan inilah yang disebut terori ekonomi kreatif, menciptakan gagasan baru yang akan menghasilkan nilai tambah baik dari ilmu penghetahuan, seni bduaya, dan menggerakkan sektor ekonomi.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan terus mengembangkan sektor seni budaya,” katanya.

Direncanakan, Bupati Juliyatmono akan menutup FTM tersebut nanti malam. pd