Peran Relawan Dapat Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Sekretaris Lab Sosio FISIP UNS, Akhmad Ramdhon saat memaparkan hasil riset yang dilakukan, Senin (27/07)
Sekretaris Lab Sosio FISIP UNS, Akhmad Ramdhon saat memaparkan hasil riset yang telah dilakukan, Senin (27/07)

Karanganyar, Senin (27/07/2015)
Peran relawan dinilai sebagai salah satu penentu tingkat partisipasi masyarakat, sehingga pelaksanaan pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik dan demokratis.

Hal tersebut terungkap dari hasil riset antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Lab Sosio FISIP UNS yang diselenggarakan dari April-Juli 2015.

Pada acara Public Expose terkait penelitian Pemilu di Karanganyar. Publik Expose itu bertajuk “Pemaparan Hasil Riset Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu 2014 dan Pemilukada”.

Menurut Sekretaris Lab Sosio FISIP UNS, Akhmad Ramdhon mengatakan kesukarelaan terbangun atas ketertarikan atau mendukung dari figur yang dikenalnya. Para relawan kemudian tergerak untuk mendukung demi sebuah harapan yang digantungkan pada calon tersebut.

“Keberadaan relawan mampu memberikan daya dukung memaksimalkan mekanisme sosialisasi terkait visi dan misi peserta Pemilu yang bertujuan pada partisipasi dalam Pemilu,” jelas Ramdhon, pada acara tersebut, Senin (27/07).

Kedepan, tambah Ramdhon, meluaskan peran relawan dalam pelaksanaan Pemilu menjadi pilihan strategis untuk memaksimalkan partisipasi politik.

“Pengelolaan relawan sedianya mesti dilakukan pasca Pemilu, sebab relawan menjadi bagian penting dalam komitmen untuk membangun demokrasi,” ujarnya.

Lebih lajut, dia menjelaskan para relawan sangat membantu KPU dalam tugas menyosialisasikan tahapan-tahapan pemilu.

“Mereka yang menjadi ujung tombak di komunitas-komunitas, bahkan di ranah sosialnya masing-masing, untuk membawa misi demokrasi dalam proses politik yang ada,” katanya.

Pada pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 lalu, penggunaan hak pilih oleh masyarakat di Kabupaten Karanganyar mencapai 78 persen. Sementara yang tidak hadir sebanyak 22 persen,

Keterlibatan relawan adalah mereka mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya tanpa paksaan.

“Artinya, pada Pemilu 2014 lalu, pelaksanaan pesta demokrasi tidak dimonopoli partai. Tapi juga unsur masyarakat, dalam hal ini relawan, yang bergerak menyosialisasikan tahapan-tahapan pemilu, hingga mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Mereka juga bergerak melalui media sosial,” jelasnya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Joko Purnomo menuturkan bahwa hasil riset ini akan menjadi tradisi di KPU sebagai dasar pertimbangkan saat merumuskan kebijakan.

“Hasil riset nantinya akan diserahkan kepada KPU RI, sehingga KPU dapat menjadikan dasar dalam membuat kebijakan berbasis penelitian”, jelas Joko Purnomo, saat dijumpai di acara tersebut. pd