Pahami Benar Kualitas Agama Kita, Tetap Ciptakan Karanganyar Kondusif

Bupati Karanganyar Juliyatmono memimpin langsung Rakor FKUB didampingi Wakil Bupati, Dandim 0727 Karanganyar, Forkopimda Karanganyar dan diikuti Kepala SKPD terkait, Kamis 923/07/2015) di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono memimpin langsung Rakor FKUB didampingi Wakil Bupati, Dandim 0727 Karanganyar, Forkopimda Karanganyar dan diikuti Kepala SKPD terkait, Kamis 923/07/2015) di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Terkait kejadian pembubaran sholat Ied dan pembakaran masjid di Tolikara, Papua (17/07/2015) yang cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia. Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karanganyar bersama Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) Karanganyar mengadakan rapat koordinasi dengan tujuan mencegah dan mewaspadai hal-hal yang dapat menciptakan konflik/masalah baru yang muncul dengan mengatasnamakan agama, Kamis (23/07) di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Untuk mencermati perkembangan situasi, kita patut segera mengambil peran pencegahan agar situasi yang terjadi di Tolikara Papua kemarin tidak merembet. Dari kejadian tersebut kita dapat mengambil hikmahnya, bahwa kita harus benar-benar memahami ajaran-ajaran agama yang kita yakini secara terus menerus, apapun agamanya tidak ada yang mengajarkan hal-hal yang merusak moral maupun mental manusia. Peristiwa tersebut menyadarkan kita akan pemahaman kualitas agama kita, ” terang Bupati saat memberikan arahan pada rakor yang dihadiri Camat, Tokoh Masyarakat, Ketua IPHI Karanganyar, Ketua Baznas Karanganyar, Ketua Organisasi Keagamaan.

Jaga lingkungan kita, jaga kerukunan agar tidak terprovokasi. Atas nama Pemerintah, saya mengharap FKUB sebagai organisasi masyarakat untuk ikut mengambil peran agar suasana Kabupaten Karanganyar khususnya tetap kondusif. Melakukan tindakan pencegahan, bila ada yang berusaha memprovokasi untuk melakukan langkah-langkah atas nama jihad/solidaritas yang justru menimbulkan masalah baru, ” tandas Bupati.

Lebih lanjut Juliyatmono menambahkan bahwa Permasalahan Tolikara sudah selesai, justru yang harus diwaspadai adalah riak-riak dari luar, maka kepada para Camat untuk selalu mengarahkan warganya agar untuk tidak menyulut emosi seseorang seolah-olah konflik di Tolikara kemarin merupakan bagian dari surga untuk melakukan jihad.

“Syukur-syukur keberadaan FKUB ini ada di kecamatan-kecamatan dan Desa-desa sehingga Karanganyar dapat menjadi contoh wilayah yang damai, tenang, tinggi akan rasa toleransi antar umat beragama,” pesan Bupati.

Sementara itu Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf. Marthen Pasunda menyampaikan bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia ini lebih mudah digoyang/dirusak dengan konflik-konflik domestik tentang Ham ataupun Intoleransi.

“ Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan masyarakatnya yang majemuk baik suku, budaya, bahasa, agama, aliran kepercayaan dan sebagainya merupakan perbedaan-perbedaan yang dapat dijadikan sebagai kekuatan bukan untuk pertentangan. Karena sejarah telah membuktikan bahwa kebersamaan, persahabatan, senasib seperjuangan, toleransi menghasilkan kekuatan yang dahsyat.

Saya masih ingat saat mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa Jangan sampai kita kehilangan tujuh hal penting dalam bernegara ini yaitu Pancasila, ke-Bhineka-an, Semangat Persatuan, Toleransi, Kesantunan, pluralisme dan Kemanusiaan, Maka untuk itu harus kita sikapi secara bijak dan bersatu agar Indonesia tidak mudah digoyang dengan konflik-konflik domestik,” tandas Letkol. Inf. Marthen Pasunda.

Lebih lanjut Badarudin selaku Ketua FKUB Karangayar mengatakan bahwa adanya paguyuban FKUB telah digulirkan sejak Kemah Kebangsaan di Ngargoyoso kemarin.

“Konflik-konflik internal yang terjadi di Jaten dan Kebakramat sampai saat ini dapat kita atasi dan telah kondusif. Persoalan yang ada di Tolikara kemarin, kami selaku FKUB Karanganyar selalu berkomunikasi dengan Kodim dan Polres agar tidak timbul masalah baru sehingga betul-betul di Karanganya ini kondusif,” terang Badarudin. ind/ft