Dengan Mekanisasi Pertanian, Tenaga Kerja Lebih Efisien

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama beberapa pejabat saat memanen padi hasil tanam jajar Indo Jarwo Transplater, Senin (13/07) di persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama beberapa pejabat saat memanen padi hasil tanam  Indo Jarwo Transplater, Senin (13/07) di persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (14/07/2015)
Penggunaan alat pertanian modern ternyata lebih efektif dan efsien. Dengan menggunakan transplater (tanam padi) lebih menghemat tenaga kerja pertanian.

Menurut Tota Suhendrata, Peneliti Utama di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah menuturkan sistem tanam jajar legowo 2:1 mempercepat fase tanam.

“Cukup tenaga 2 sampai 3 orang. Beda dengan sistem manual, dalam satu hektar bisa 15 orang. Apalagi saat ini sulit mencari tenaga tanam,” ujar Tota Suhendrata dalam acara panen percontohan Sistem Jajar Legowo 2:1, Senin (13/07) di areal persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Lebih lanjut, dia menjelaskan dengan menggunakan varietas Inpari 31 dan 33, ternyata tahan terhadap wereng batang cokelat. Umur tanaman sekitar 107 hari setelah sebar dan 112 hari.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pada kesempatan itu, menganjurkan untuk menggunakan mekanisasi pertanian persawahan.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan memberikan bantuan alat-alat pertanian berupa mesin transplater, hands traktor, penggiling padi, mesin panen, dan pompa air. Karena biaya produksi lebih hemat,” katanya.

Bupati juga menghimbau agar masyarakat yang punya lahan harus ikut Gapoktan. “Dapat pupuk saja harus ada RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kebutuhan Kelompok). Sumber air untuk irigasi juga dibenahi agar air lebih lancar,” ucapnya.

BPTP Jawa Tengah bekerja sama dengan Gapoktan Marbakti Tani, melakukan uji coba pada lahan percontohan seluas 2,4 hektar memakai jarak tanam Indo Jarwo Transplater 20x15x40, dan manual jajar legowo 2:1 20x10x40. Inovasi teknologi tanam padi sistem tanam jajar legowo 2:1, mulai ditanam 10 April 2015.

Ditempat yang sama, Lurah Bejen Ali Qodri menuturkan BPTP Jawa Tengah bekerjasama dengan tujuh pemilih lahan yang tersebar di Kelurahan Bejen.

“Minggu kemarin, dari hasil ubinan rata-rata hasil panen sebanyak 8,5 Kilogram/meter. Konversi satuan hektar sebesar 8,5 ton gabah panen,” ujarnya. pd