Ditemukan Puluhan Bahan Makanan Mengandung Zat Berbahaya

Tim sidak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar saat mengambil sampel makanan di pasar Kebak Kramat, Senin (06/07) pagi
Tim sidak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar saat mengambil sampel makanan di pasar Kebak Kramat, Senin (06/07) pagi

Karanganyar, Senin (06/07/2015)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar saat inspeksi mendadak (sidak) menjelang lebaran tahun 2015, di lima pasar tradisional di Kecamatan Matesih, Tawangmangu, Jumapolo, Kebak kramat, dan pasar Jambangan Mojogedang masih mendapati berbagai bahan makanan yang mengandung zat berbahaya.
Di lima pasar tradisional tersebut, tim sidak menemukan sebanyak 32 zat berbahaya yang terkandung di bahan makanan, seperti borak, formalin, dan rhodamin b (pewarna pakaian).
Di pasar Kebakkramat, tim mendatangi dan mengambil bahan makanan yang diduga mengandung zat-zat tersebut. Hasilnya, setelah di uji lab dilokasi pasar ternyata ditemukan kandungan zat berbahaya.
Dari hasil sampel 14 bahan makanan, yang mengandung rhodamin b (pewarna pakaian) antara lain cendol, dan cemilan. Mengandung borak yakni mie basah, bleng semar dan teri nasi. Selain itu juga formalin di teri nasi dan produk super rajawali.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Fathkul Munir, mengatakan pada sidak ini sebanyak 74 bahan makanan di uji laboratorium.
“Kita mengambil sampel bahan makanan, ternyata hasilnya 43,2 persen mengandung zat berbahaya. Yang paling banyak di teri nasi, mi basah, kerupuk gado-gado,” ujarnya seusai sidak, Senin (06/07) di kantornya.
Selanjutnya, lanjut Fathkul Munir dengan temuan tersebut pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada penjual maupun pembeli untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi bahan makanan.
Pada sidak itu juga mengawasi label, kemasan, bahan tambahan makanan, legalitas dan kebersihan sanitasi. pd