46 Miliar Dana Desa Segera Direalisasikan

Bupati Karanganyar saat menyampaikan arahan terkait alokasi dana desa 2015, Senin (29/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar
Bupati Karanganyar saat menyampaikan arahan terkait alokasi dana desa 2015, Senin (29/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Berdasar PP No. 22 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, maka harus dilakukan langkah-langkah percepatan oleh Desa. Untuk perubahan ini, sejumlah Desa di 17 Kecamatan se Kabupaten Karanganyar khususnya harus siap.

“Harus betul-betul dicermati karena sumbernya dari APBN, maka harus ditata sejak sekarang agar lebih baik. Hasil pemeriksaan dari BPK, Kabupaten Karanganyar mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) ini adalah prestasi pemeriksaan paling tinggi, maka untuk itu saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kades, Camat. Mudah-mudahan opini BPK ini menjadi awal Pemerintahan Dalam Negeri untuk memberikan bantuan dalam pembangunan. WTP merupakan bentuk kepercayaan masyarakat. Matur nuwun (terima kasih), tidak ada penyimpangan dan prestasi ini harus dipertahankan dan dijaga,” terang Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutan pada Rakor persiapan realisasi dana desa yang bersumber dari APBN 2015 Kab. Karanganyar, Senin (298/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Lebih lanjut Bupati menambahkan bahwa penyaluran dana desa ini dilakukan secara bertahap yakni 40%, 40% dan selanjutnya 20%. Dari dana desa sejumlah Rp 22 miliar yang kemudian ada perubahan menjadi Rp 46 miliar ini dengan pemindahan buku dari rekening umum ke rekening kas desa, maka sejumlah Desa di 17 Kecamatan Karanganyar siap tidak siap harus siap.

“ Dana desa ini dipergunakan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa utamanya guna penanggulangan kemiskinan (pemenuhan kebutuhan dasar seperti pembuatan jamban). Maka saya minta RPJMDes menjadi pedoman bagi Lurah sedangkan RPJMD sebagai pedoman bagi Pemerintah. Pak RT, RW, Pak Bayan, BPD sebagai penyelenggara Desa untuk bisa sinergi, karena dana ini diserahkan tidak berupa uang melainkan bentuk kegiatan,” pesan Bupati.

Berdasar perhitungan Permenkeu, maka Desa Paulan merupakan desa yang paling kecil mendapatkan dana desa yakni Rp.268 juta sedangkan desa Ngringo mendapat dana desa paling besar yakni Rp. 311 juta.

Sementara itu Sunarno Kepala Bagian Pemerintahan Desa dan Kalurahan Setda Karanganyar mengatakan bahwa dengan adanya perubahan dari PP no. 60 Tahun 2014 ke PP no. 22 tahun 2015 maka sejumlah Desa harus melakukan langkah percepatan. Realisasi dana desa ini akan dilakukan melalui tiga tahap yaklni Tahap I pada bulan April kemarin, Tahap II bulan Agustus dan Tahap III bulan Oktober 2015. ind/ft