Bahagia Sampai Tua Tanpa Miras dan Narkoba

Ketua BNK Kabupaten Karanganyar Rohadi Widodo saat membacakan sambutan Kepala Badan Narkotika Nasional pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Jumat (26/06)
Ketua BNK Kabupaten Karanganyar Rohadi Widodo saat membacakan sambutan Kepala Badan Narkotika Nasional pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Jumat (26/06)

Karanganyar, Jumat (26/06/2015)
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Kabupaten Karanganyar diadakan dengan memberikan pemahaman kepada ratusan PNS tentang bahaya narkoba
Dalam peringatan itu, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Karanganyar Rohadi Widodo menuturkan penanganan narkoba di Kabupaten Karanganyar dari berbagai karakter building ternyata banyak di kalangan pelajar yang menyalahgunakan narkotik.
“Setelah dirunut ternyata ada salah satu sebab, karena kehidupan keluarga yang tidak harmonis, entah dari orang tua atau di dalam keluarganya,” ujar Rohadi Widodo, Jumat (26/06) di halaman Setda Kabupaten Karanganyar, saat acara tersebut.
Dihadapan ratusan PNS, Wakil Bupati Karanganyar itu mengharapkan mereka bisa menjaga keharmonisan keluarga masing-masing dan lingkungan.
“Dengan upaya mencegah sedini mungkin, sehingga terhindar dari pengaruh miras dan narkoba,” ujarnya.
Rohadi Widodo saat membacakan sambutan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan dalam rangka penanganan penyalahgunaan dan pecandu narkotika tidak ada jalan lain kecuali melalui upaya pemulihan atau rehabilitasi.
“Berdasarkan hasil riset nasional tahun 2014, diperkirakan angka prevalensi penyalahguna narkotika di Indonesia sebesar 2,1 persen atau terdapat kurang lebih empat juta penduduk yang menjadi penyalahguna narkotika,” katanya.
Dia juga mengatakan, jumlah tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan layanan rehabilitasi ketergantungan yang memadai. Saat ini hanya mampu memberikan layanan kepada keurang lebih 18 ribu orang.
“Upaya pemulihan ketergantungan narkotika sangat dibutuhkan kesadaran dan keteguhan hati dari mereka sendiri dan keluarga,” ujarnya.
Oleh karena itu kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membangun dan menjaga keharmonisan keluarga. Keluarga yang sehat, kuat dan harmonis merupakan modal pokok bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan ketahanan nasional sekaligus menjadi landasan pokok pelaksanaan agenda-agenda pembangunan bangsa. pd