Puskesmas Gondangrejo Maju Lomba KB Tingkat Nasional

Ketua Penilai KB MKJP Tingkat Nasional dr Sofyan Zakaria saat menerima penjelasan di Puskesmas Gondangrejo, Selasa (16/06)

Ketua Penilai KB MKJP Tingkat Nasional dr Sofyan Zakaria (kanan) saat menerima penjelasan di Puskesmas Gondangrejo, Selasa (16/06)

Karanganyar, Rabu (17/06/2015)
Puskesmas Gondangrejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar maju ke tingkat nasional dalam lomba Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) mewakili Provinsi Jawa Tengah.
Dalam lomba MKJP tingkat nasional itu, Puskesmas Gondangrejo untuk menjadi juara satu harus bersaing dengan salah satu puskesmas dariProvinsi Lampung dan Provinsi Banten.
Ketua Penilai MKJP Kategori Klinik KB Pemerintah Tingkat Nasional dr. Sofyan Zakaria menuturkan Kabupaten Karanganyar masuk dalam tiga besar pada lomba tersebut.
“Lomba ini didasari hasil dari survei hasil demografi dan kesehatan dari tahun 2002 sampai 2012, bahwa IUD mengalami penurunan dari 8,1 persen menjadi 3,9 persen, implan dari 6,3 persen menjadi 3 persen, sedangkan MOP 0,4 menjadi 0,2 di tingkat Nasional. Untuk itu kita konsen untuk meningkatkan KB MKJP,” jelas dr Sofyan Zakaria, Selasa (16/05) di Puskesmas Gondangrejo.
Dia juga menambahkan setelah melakukan verifikasi, ternyata memang benar Pemkab Karanganyar konsen pada pelayanan KB MKJP.
“Kita juga senang dengan adanya surat edaran dari Bupati tentang hal itu,” katanya.
Di Kecamatan Gondangrejo sendiri, sampai dengan bulan April tahun 2015, keikut sertaan warga untuk KB aktif tercatat sejumlah 11.547 peserta. Untuk non hormonal IUD sebanyak 1.593 peserta, MOW sejumlah 1.221 peserta, MOP sebanyak 28 peserta, KD sejumlah 356 peserta. Dari jumlah total semua itu sebanyak 27.70 persen.
Sedangkan untuk hormonal untu implant sebanyak 2.054 peserta, suntik sebanyak 5.416 peserta, dan pil sebanyak 879 peserta.
Sementara itu, ditempat yang sama Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan program KB MKJP untuk terus di sosialisasikan di berbagai kesempatan.
“Camat dan Kepala Desa agar mengingatkan masyarakat untuk mengatur angka kelahiran, sehingga kualitas keluarga menjadi baik dan pendidikan tercukupi dengan baik,” katanya.pd