Relokasi Warga, Bantuan Dana Hanya Boleh Untuk Bangun Rumah

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat peletakkan batu pertama pembangunan rumah relokasi warga, Rabu (03/06)
Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (jongkok) saat peletakkan batu pertama pembangunan rumah relokasi warga, Rabu (03/06)

Karanganyar, Kamis (04/06/2015)
Bantuan dana relokasi bagi rumah warga yang terkena bencana longsor dan tanah gerak beberapa waktu lalu di beberapa wilayah Kabupaten Karanganyar hanya boleh digunakan untuk pembangunan rumah.
Penegasan tersebut dikatakan Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada warga yang sudah mendapatkan bantuan lewat rekening masing-masing.
“Dana bantuan jangan untuk keperluan lain-lain. Seperti membeli televisi, sepeda motor atau lainnya. Hanya boleh untuk membangun rumah,” jelas Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama di lokasi relokasi warga, Rabu (03/06).
Saat didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Bupati mengharapkan sejak peletakan batu pertama dan selama 30 hari kedepan, pembangunan rumah sudah selesai.
“Mudah-mudahan pada Lebaran nanti bisa selesai dan warga bisa berkummpul dengan keluarga,” katanya.
Bupati juga menjelaskan, bekas bahan bangunan di rumah yang sudah rusak, jika ada yang masih baik dapat digunakan lagi.
“Lokasi bangunan yang lama (terkena bencana), tanah nya masih milik masing-masing warga, tidak diminta Pemerintah,” kata Bupati Karanganyar.
Lokasi peletakkan batu pertama kemarin, di lokasi lahan milik Wagiman, RT 02/ RW 03, Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, berada sekitar 150 meter dari lokasi bencana.
Peletakkan batu pertama itu menandai proses relokasi, khususnya bagi relokasi mandiri. Sedangkan untuk pembangunan setiap rumah itu, diberikan bantuan dana APBD Kabupaten Karanganyar sebesar Rp. 10 juta, dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 15 juta, dan dana berasal dari BNPB sebanyak Rp. 20 juta.
“Di rekening warga itu sudah ada uangnya, namun belum semuanya karena masih proses. Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan bantuan dana sudah bisa masuk semua,” jelasnya.
Selain tengklik, sebagian warga di Desa Menjing, Kecamatan Jenawi sudah ada yang membangun rumah secara mandiri. Sedangkan di Dusun Puru-puru, Desa Balong telah disiapkan lokasi relokasi untuk 30 rumah tinggal dengan dilengkapi fasilitas umum berupa jalan selebar tiga meter dan tempat ibadah. pd