Operasi Pasar Gas 3 KG, Atasi Kelangkaan Elpiji

Antrian warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten untuk membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp. 15.500, Selasa (12/05) di Balai Desa Ngringo

Antrian warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten untuk membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp. 15.500, Selasa (12/05) di Balai Desa Ngringo

Karanganyar, Selasa (12/05/2015)
Operasi Pasar (OP) ukuran tiga kilogram dilakukan di empat tempat di wilayah Kabupaten Karanganyar. Untuk OP gas elpiji tiga kilogram setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua tabung dan menunjukkan KTP.
Selain di Desa Ngringo juga berlangsung di Desa Wonolopo, Tasikmadu. Lalu, pada hari berikutnya setelahnya, Rabu (13/5), OP akan beralih ke Mojogedang dan Jungke, Karanganyar Kota
Khusus untuk Desa Ngringo kuota ditambah. Jatah yang disiapkan 560 tabung gas terasa kurang, karena antrian warga untuk membeli gas bersubsidi itu masih panjang, saat berlangsung di Balai Desa Ngringo, Selasa (12/05).
Panitia OP dari Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar dan Hiswana Migas Surakarta memutuskan untuk menambah satu truk lagi, dengan jumlah 560 tabung gas, setelah melihat masih banyak dan panjang antrian untuk menghindari kericuhan.
Ketua Hiswana Migas Surakarta, Suwardi Hartono Putro menuturkan untuk wilayah Desa Ngringgo, Kecamatan Jaten, kuota ditambah dua kali lipat. Sebab warga berjumlah ribuan, bahkan melebihi jumlah warga di Kecamatan Jenawi.
“Kuota menjadi 1.120 tabung karena melihat situasi antrian masih panjang,” jelas Suwardi.
Dijelaskannya pula, untuk OP harga jual gas itu Rp. 15.500 per tabung atau setara dengan harga jual dari pangkalan. Karena harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) maka langsung diserbu warga yang biasanya membeli seharga Rp.18.000 sampai Rp. 19.000 per tabung.
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengatakan saat sidak (beberapa waktu lalu) ditemukan harga di pangkalan ada yang menjual Rp. 16.000 per tabung.
“Setelah sidak kita kumpulkan agen-agen di Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 11 agen. Kita juga menindak tegas yang siapa pun menaikkan harga ke pangkalan selebih dari HET,” kata Rohadi Widodo,sat di lokasi OP
Ditambahkannya pula, masing-masing agen sudah punya wilayah sendiri dan tidak boleh keluar. Tugas Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengawal HET sampai di pangkalan.
“Jika ada pangkalan yang melebihi HET, ijin akan dicabut,” jelasnya.pd