Sistem Three In One, Hasilkan Panen Padi 12 Ton/Hektar

Sistem Three In One, sedang di uji coba pada areal sawah seluas empat hektar, Minggu (10/05)

Sistem Three In One, sedang di uji coba pada areal sawah seluas empat hektar, Minggu (10/05)

Karanganyar, Minggu (10/05/2015)
PT Indo Acidatama, Kebakkramat tengah uji coba mengembangkan sistem tanam padi Three In One. Sistem itu telah berhasil dikembangkan di Kalimantan Barat. Metodenya dengan satu lubang tanam langsung ditanam 20-30 bibit padi atau Hazton, dengan mengunakan pembenah tanah hayati dan pupuk hayati.
“Disana, berhasil menghasilkan panenan 12 ton/hektare dengan 8-10 bibit. Sebelum dengan menggunakan sistem Hazton hanya 8 ton/hektar untuk jenis padi Situbangedit,” kata Direktur Agro PT Indo Acidatama, Lukas Yoyok Nurcahya, saat acara tanam padi, Sabtu (09/05)
Sedangkan padi Ciherang dengan menggunakan Hazton, bisa menghasilkan 15 ton/hektar dengan 15-20 bibit padi.”Sebelum mengunakan Hazton hanya bisa mencapai 8-10 ton/hektar Gabah Kering Panen,” kata Yoyok panggilan akrabnya.
Pengembangan sistem tanam baru itu juga bekerja sama dengan Faklutas Pertanian UNS, sebagai peneliti perkembangan tanaman padi itu.
“Kami mencoba pada tahap awal di tanah sawah seluas empat hektar, namun juga di menanam sistem konvensional sehingga hasilnya bisa dibandingkan. Target panen sekitar tiga bulan kedepan,” katanya.
Dia menambahkan sistem tanam baru itu dikembangkan oleh PT Indo Acidatama Kebakkramat, bekerja sama dengan Fakultas Pertanian UNS yang akan bertindak sebagai peneliti perkembangan tanaman tersebut. Tahap pertama ditanam di areal percobaan seluas empat hektare.
Pada acara itu, juga dilangsungkan menanam padi oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda, dan beberapa tamu undangan.
“Dengan sistem ini semoga yang dilakukan bisa berhasil dengan bagus dan bisa dikembangkan. Kita juga bangga sebab hasil panen padi di Karanganyar bisa melampaui target. Untuk itu saya mendorong untuk memanfaatkan lahan sebaik mungkin,” kata Juliyatmono.pd