Pemugaran Candi Sukuh, Tahap Pertama Dimulai

Petugas dari BPCB Jawa Tengah saat melakukan pemotretan Candi Sukuh bagian induk dengan laser scaner tiga dimensi, Senin (20/04)

Petugas dari BPCB Jawa Tengah saat melakukan pemotretan Candi Sukuh bagian induk dengan laser scaner tiga dimensi, Senin (20/04)

Karanganyar, Rabu (22/04/2015)
Tahap pertama dari pemugaran Candi Sukuh telah dimulai, yakni pemotretan candi induk dengan menggunakan alat laser scener tiga dimensi. Penggunaan teknologi itu sebagai data untuk mempermudah mengembalikan seperti semula.
Pelaksana Lapangan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Suyadi menuturkan, pemugaran itu berlangsung selama 160 hari, dimulai hari Senin (20/04). Metode penomoran setiap batu juga diterapkan agar memudahkan pemasangan kembali. Tim juga melibatkan pakar geologi dan arsitek bangunan prasejarah dari perguruan tinggi.
“Semua batu-batu di candi induk akan diturunkan, kemudian diteliti penyebab elevasi kenapa candi menurun. Ada rekomendasi pemakaian bahan-bahan untuk memperkuat saat menyusun kembali batu-batu seperti semula,” kata Suyadi, saat di Candi Sukuh, Senin (20/04).
Suyadi menuturkan terjadi penurunan struktur penyusun candi karena usia dan terkikis air hujan. Penurunan ini terlihat di dinding sisi selatan yang menggembung dan latar atap candi menurun di sisi yang sama.
“Dinding batu sisi selatan menonjol keluar. Air hujan dari atas melewati sela-sela batu. Kemudian muncul rongga yang menyebabkan bagian atasnya amblas,” jelasnya.
Suyadi menambahkan BPCB Jawa Tengah, selama 160 hari itu hanya menyelesaikan pemugaran total dan pengembalian empat lapisan dasar candi. Untuk penyusunan utuh candi yang terletak di Kecamatan Ngargoyoso itu direncanakan butuh waktu selama dua tahun. pd