Lawan Jentik Dengan PSN

Bupati Karanganyar Juliyatmono (memegang senter) saat menyorot jentik di tempayan, Senin (06/04)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (memegang senter) saat menyorot jentik di tempayan, Senin (06/04)

Karanganyar, Selasa (07/04/2015)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar kini tengah gencar-genjarnya menggalakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Program penjagaan kebersihan lingkungan di sekitar rumah tersebut dimaksudkan untuk memutus rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah (DB).
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengajak pola hidup sehat di sekitar rumah maupun bagi warga masyarakat, sehingga terhindar dari demam berdarah.
“Jentik nyamuk berdasarkan kasus agak potensial di Kecamatan Gondangrejo, tapi di kecamatan lain juga ada. Kita hari ini memulai, dan ada relawan pembunuh jentik. Ini potensi lokal yang memiliki kepedulian berperilaku hidup sehat, tidak hanya membunuh jentik. Kultur baru mendorong perilaku masyarakat agar lebih bersih. Kita dorong untuk membuat bank sampah,” katanya, Senin (06/04) saat gerakkan PSN di Desa Plesungan.
Pemerintah, lanjut dia, akan memfasilitasi program itu dengan membuat jamban. Salah satunya jamban yang ada di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo yang mencapai angka 215 rumah. Meski demikian, secara global di wilayah kecamatan yang bersangkutan masih ada 2000 Kepala Keluarga (KK) yang belum melengkapi sanitasi lingkungan, dalam hal ini jamban/ WC. Melihat realita tersebut, Pembangunan jamban yang dilakukan Pemkab diharapkan mampu meningatkan pola dan berperilaku hidup sehat.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar mengatakan terdapat 20 kasus DB di Kecamatan Gondangrejo selama kurun waktu Januari hingga Maret 2015.
“Bahkan, dua warga Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo dilaporkan meninggal dunia,” pd