Beras Hitam Karanganyar Diminati Untuk Komoditas Ekpor

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melihat produk beras hitam yang sudah dikemas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melihat produk beras hitam pada kemasan

Karanganyar, Kamis (02/04/2015)
Beras hitam dari Karanganyar, rupanya diminati Kementerian Pertanian (Kementan) untuk dijadikan komoditas ekspor. Saat ini, pemenuhan berbagai syarat agar beras hitam Karanganyar bisa diekspor sedang dipersiapkan. Bahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung hasil pengemasannya, Selasa (31/01) di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan.
Rencananya, beras yang harganya di pasaran mencapai Rp 30.000/ kilogram itu diekspor ke Taiwan. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Danik Sih Handayani mengatakan, beras hitam yang bakal diekspor berasal dari Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Kecamatan Karangpandan.
“Perwakilan dari Poktan tersebut, beberapa waktu lalu diundang ke Kementan, sebagai calon eksportir beras hitam. Saat ini sedang dalam proses melengkapi syarat-syarat sebagai eksportir,” tuturnya, Rabu (01/04).
Dispertanbunhut juga sudah diminta untuk membantu pemenuhan syarat yang dibutuhkan, agar proses menjadi eksportir bisa segera selesai. “Permintaan agar kami membantu proses untuk bisa mengekspor beras hitam, disampaikan langsung Menteri Pertanian, saat berkunjung ke Karanganyar,” katanya.
Beras hitam, lanjut Danik, termasuk salah satu produk pertanian unggulan yang dimiliki Bumi Intanpari. Lahan pertanian komoditas yang ditanam secara organik tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Karangpandan, Karanganyar dan Mojogedang.
Total lahan yang dipakai untuk mengembangkan beras hitam, saat ini seluas 90 hektar. Yang paling luas di Karangpandan mencapai 60 hektar, sementara di Karanganyar dan Mojogedang masing-masing 15 hektar. Di mana, tiap hektar lahan, rata-rata menghasilkan tujuh ton beras dalam satu kali masa tanam.
Soal harga beras hitam jauh lebih mahal dibanding harga beras putih, pihaknya beralasan jika beras varietas unggul itu mengandung sejumlah khasiat. Beras ini bagus untuk penderita diabetes, karena kadar kalorinya terendah dibandingkan beras putih dan merah.
Selain itu, mengonsumsi beras hitam juga bisa mencegah kanker karena kandungan antosianin yang tinggi, mencegah penyakit jantung karena kandungan seratnya tinggi, obat anemia karena banyak mengandung zat besi, hingga mencegah penuaan dini. pd