Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Dengan Memanfaatkan Tanaman Obat

Menteri KesehatanNila Djuwita F. Moeloek saat melihat tanaman obat di B2P2TOOT Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (22/03)

Menteri KesehatanNila Djuwita F. Moeloek saat melihat tanaman obat di B2P2TOOT Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (22/03)

Karanganyar, Senin (23/03/2015)
Pada kunjungan ke Tawangmangu, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F. Moeloek, menilai ada potensi terpendam yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan tanaman obat tradisional. Saat ini, tanaman obat tradisional semakin diminati sebagai bahan baku industri non farmasi.
“Potensi itu dapat di munculkan dengan menumbuhkan jiwa wirausaha sehingga bisa mendorong aspek ekonomi dalam pemanfaatan tanaman obat tradisional,” kata Nila Djuwita F. Moeloek, saat memberikan sambutan dalam Peresmian dan Penandatanganan Prasasti Laboratorium Pascapanen Tanaman Obat serta Penandatanganan Kesepakatan Bersama di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Minggu (22/03).
Menkes Nila menjelaskan, industri tanaman obat tradisional punya prospek positif. Sehingga, perlu semakin di angkat ke pasar skala Nasional maupun Internasional. Namun dirinya tak ingin kekayaan alam tersebut dijual begitu saja kepada pihak asing.
Pada acara itu, B2P2TOOT yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes menjalin kesepakatan bersama dengan berbagai pemerintah daerah serta perguruan tinggi. Enam Pemerintah Kabupaten (Pemkab)yang bersedia bekerjasama mengembangkan tanaman obat tradisional yaitu Pemkab Karanganyar, Pemkab Lamandau, Pemkab Sukoharjo, Pemkab Sragen, Pemkab Tegal dan Pemkab Kaur. Sementara, ada empat perguruan tinggi, yakni Universitas Kristen Dutawacana, Universitas Negeri Tidar, Universitas Negeri Malang dan Universitas Trisakti.
Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan di wilayah Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono merupakan sentra penghasil tanaman obat keluraga dan empon-empon.
“Kami juga telah bekerjasama dengan B2P2TOOT dengan membuka kafe Jamu di kawasan alun-alun Karanganyar,” kata Bupati Juliyatmono. pd