Hasil Panen Padi di Karanganyar Diatas Rata-rata

Saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo

Saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo

Karanganyar, Sabtu  (07/03/2015)
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Winny Dian Wibawa menegaskan Presiden RI Joko Widodo menginginkan semua daerah khususnya di Jateng bisa swasembada pangan dalam hal ini beras.
“Kabupaten Karanganyar berpotensi bisa swasembada pangan. Sebab hasil panen mencapai 9,6 ton/ hektar dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata di Jawa Tengah yang hanya Rp 8,8 ton/ hektar,” kata Winny Dian Wibawa, saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.
Dengan capaian di Desa Karangrejo yang terbilang cukup memuaskan dan berpotensi bisa swasembada pangan. Pihaknya akan terus memantau hasil panen berikutnya.
Lebih lanjut, hasil panen masing-masing daerah mulai dari tingkat desa harus dilaporkan ke tingkatan atas hingga pemerintah pusat. “Dengan demikian, data tersebut bisa menunjukkan daerah mana yang bisa swasembada atau tidak,” katanya.
Di lokasi yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap petani tetap memaksimalkan potensi alam berupa sawah yang mereka miliki, sembari meningkatkan kualitas pertanian agar capaian panen kembali memuaskan.
Saat panen padi itu, bisa menghasilkan 9,6 ton padi. Jumlah tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil panens sebelumnya yang hanya 5,2 ton/ hektare.
Ketua Kelompok Tani Sri Sadono, Muhammad Fahrudin mengatakan kelompoknya hanya menggarap 34 hektar sawah. Sementara itu, sisanya seluas 31 hektar digarap oleh Kelompok Tani Rukun Makmur.
“Ini luar biasa. Dulu hanya 5,2 ton/ hektare dan sekarang bisa 9,6 ton/ hektar,” kata dia, kemarin.
Menurutnya, hasil yang sangat baik tersebut berhubungan dengan iklim yang ada saat ini. “Gaya bercocok tanam dari para petani juga mempengaruhi. Mereka belajar teknik bercocok tanam dan lebih paham bagaimana cara merawat padi,” katanya. pd