Kalender Wisata Kabupaten Karanganyar Tahun 2015

Januari

 srawung seni

Srawung Seni Candi

Komplek Candi Sukuh, Kamis Kliwon, 1 Januari 2015
Srawung Seni Candi adalah acara kesenian tahunan yang diselenggarakan Padepokan Lemah Putih pada tiap akhir tahun di kompleks Candi Sukuh, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Tujuan digelarnya acara tersebut adalah sebagai upaya mempertahankan budaya yang saat ini mulai luntur tergerus arus globalisasi dan juga sebagai bentuk mendekatkan antara seniman dalam jalur kontemporer dan tradisional.Acara ini terbuka dan gratis untuk umum. Diharapkan dalam perhelatan tersebut tumbuh rasa kebersamaan dan gotong royong antara pihak-pihak yang terlibat, baik itu dari penonton, pengamat, maupun penyaji.
 mahesalawung

Upacara Adat Mahesa Lawung

Hutan Krendhowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kamis Legi, 22 Januari 2014
Sesaji Rajawedha atau Wilujengan Nagari Mahesa Lawung  Diriwayatkan bahwa sesaji Raja Wedha telah dilaksanakan sejak jaman Majapahit. Namun masih tetap lestari hingga sekarang. Pelaksanaan wilujengan Nagari Mahesa Lawung atau sesaji Raja Wedha pada jaman Majapahit, Demak SISKS Pakubuwono II di Kartasura jatuh pada Hari Rabu Wage, kawitaning tahun (bulan Sura).Ketika Kraton Kartasura pindah ke Surakarta, pelaksanaan Sesaji Raja Wedha dirubah menjadi hari Kamis Legi pada bulan Rabi’ul akhir bersamaan dengan hari Pasowanan hingga sekarang, propesi Wilujengan Nagari Mahesa Lawung dilaksanakan dari dalam Keraton Surakarta dengan menjalankan do’a untuk keselamatan dan kesejahteraan Keraton dan seluruh masyarakat, berbagai uborampe dan sesaji serta kepala kerbau selanjutnya dibawa ke hutan Krendhowahono oleh para pembesar keraton dan abdi dalem setelah memanjatkan do’a oleh segenap warga yang hadir dipimpin oleh pamangku yang ditunjuk dari dalam keraton selanjutnya kepala kerbau ditanam atau dikuburkan di lokasi yang telah disiapkan sebagai tanda berakhirnya prosesi.

April

 OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Upacara Adat Dukutan

Nglurah, Tawangmangu, Wuku Dukut, Selasa Kliwon, 21 April  & 17 Nopember 2015
Upacara Dukutan dilaksanakan setiap hari Selasa Kliwon Wuku Dukut pada kalender Jawa di Nglurah,   Tawangmangu. Yang unik dari Dukutan adalah semua masakan tidak boleh terbuat dari beras dan waktu memasak tidak boleh dicicipi. Masyarakat membuat sesaji berupa hidangan dari bahan pala kependem atau bahan non beras dengan menu utama nasi jagung. Sesaji terlebih dahulu dikumpulkan di balai pertemuan adat untuk diadakan do’a bersama, kemudian masing-masing warga mendapatkan satu bagian sesaji. Puncak upacara ritual Dhukutan ini dilaksanakan di Situs Menggung untuk dilaksanakan tawur sesaji atau melempar sesaji oleh dua kelompok masyarakat dari dusun yang berbeda.
 cembengan

Pekan Raya Cembengan

Upacara Grebeg Giling, Agrowisata Sondokoro, Kecamatan Tasikmadu, Jumat Pon, 24 April – 29 Mei 2015
Grebeg Giling merupakan upacara tradisi sebelum dimulainya Giling tebu. Grebeg Giling yang lebih dikenal di daerah dengan sebutan Cembengan bisa dikatakan sebagai pesta rakyat dengan penyelenggaranya adalah Pabrik Gula Tasikmadu.Upacara Grebeg Giling puncaknya dilaksanakan pada hari Jum’at Pon (kalender jawa) dengan menggiring sepasang “temanten dari tebu” dan penanaman kepala kerbau di tempat-tempat tertentu (di tempat mesin-mesin giling).Pabrik Gula Tasikmadu didirikan oleh almarhum Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegoreo IV pada tahun 1870 dengan nama Pabrik Gula Sondokoro. Setiap tahun menjelang giling tebu selalu diadakan upacara selamatan untuk seluruh karyawan.

Mei

 saraswati

Upacara Adat Saraswati

Komplek Candi Cetho, Wuku watu gunung. Sabtu Legi, 2 Mei 2015
Saraswati adalah nama dewi ilmu pengetahuan. Umat Hindu mewujudkan Dewi Saraswati sebagai dewi yang amat cantik bertangan empat memegang: wina (alat musik), kropak (pustaka), ganitri (japa mala) dan bunga teratai.Hari raya untuk memuja Saraswati dilakukan setiap 210 hari yaitu setiap hari Sabtu Legi wuku Watugunung. Sesaji Saraswati antara lain : beras wangi dan air kembang setaman (air yang diisi kembang dan wangi-wangian). Upacara ini dilangsungkan pagi hari dan tidak boleh lewat tengah hari.Pemujaan kepada Dewi Saraswati tiada lain adalah memuja Tuhan Yang Maha Esa dalam aspeknya sebagai sumber ilmu pengetahuan . Kalau tujuan pemujaan Dewi Saraswati dapat tercapai maka terhindarlah kita dari godaan penyakit, kelakuan jahat dan buruk. Agama mengarahkan hidup, ilmu pengetahuan memudahkan hidup, sedangkan seni menghaluskan hidup.

Juni

 piodalan

Upacara Adat Piodalan

Pura Pamacekan, Pasekan, Karangpandan, Wuku Tolu, 5 Juni 2015
Upacara adat Piodalan yang dilaksanakan setiap 210 hari di pura Pamacekan  oleh masyarakat Hindu untuk memperingati kelahiran leluhur.Ada beberapa tahapan prosesi dalam ritual ini. Prosesi pertama adalah prosesi mecaru, yaitu prosesi membersihkan batu suci di sudut-sudut pura. Prosesi ini melibatkan lima ekor ayam jantan berbeda warna. Letak ayam berwarna hitam di sebelah utara, ayam merah di selatan, putih di timur, abu-abu di barat dan ayam manca warna berada di tengah. Prosesi kedua yaitu pembersihan perangkat upacara. Ritual ini menggunakan air suci yang berasal dari daerah asal ketujuh pandita itu. Tahapan ketiga yaitu sesaji dihaturkan kepada Bathara untuk meminta do’a keselamatan bagi manusia dan alam semesta dan puja trisandya atau acara sembahyangan yaitu semua umat menghaturkan sujud bakti kepada kiai Pamacekan. Yang terakhir adalah Westhu Padha yaitu pemberian tirta atau air suci untuk keselamatan. Selain tirta juga pemberian biji atau beras sebagai tanda selesainya umat menghaturkan sembahyang.
 padusan

Padusan

Rabu Pahing, 17 Juni 2015
Kata ‘padusan’ diambil dari kata ‘adus’ atau dalam bahasa indonesianya adalah mandi. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, ada sedikit tradisi unik yang berkembang di masyarakat Jawa, yaitu padusan. Budaya padusan merupakan budaya mandi besar yang dilakukan secara bersama-sama oleh sebagian besar masyarakat yang menganut agama Islam, yang dilaksanakan di tempat-tempat umum, seperti sendang, air terjun bahkan pantai pun juga ikut diramaikan dalam acara padusan. Budaya padusan sendiri berkembang menjadi sarana rekreasi menjelang datangnya bulan Ramadhan.
 taaruf ramadhan

Pawai T’aruf

Rabu Pahing, 17 Juni 2015
Menjelang bulan suci ramadhan umat Islam mengadakan pawai taaruf ( silaturohmi ), kegiatan ini melibatkan semua elemen umat Islam, sekolah, rumah sakit, dan organisasi Islam menampilkan potensi,  keunggulan, dan kegiatan masing-masing.Tujuan dari kegiatan ini adalah agar terjalin komunikasi diantara umat Islam kKaranganyar sehingga selama bulan ramadhan bisa menciptakan suasana yang aman dan kondusif dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Juli

 dalungan

Upacara Adat Dalungan

Dalungan, Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Wuku Langkir, Jumat Legi, 31 Juli 2015
Dalungan sebenarnya adalah nama sebuah dusun  di Kecamatan Kebakkramat, tepatnya dusun  Dalungan, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar. Dusun  Dalungan mempunyai suatu kegiatan upacara bersih desa itu disebut Dalungan . Upacara bersih desa ini termasuk upacara religi, diselenggarakan dengan maksud agar seluruh penduduk wilayah dusun  Dalungan  selalu mendapatkan berkah dari Allah SWT dan terhindar dari segala hal-hal yang bersifat tidak baik sehingga merugikan masyarakat desa, sehingga dusun  Dalungan menjadi aman, tentram dan sejahtera.

Agustus

 mondosiyo

Upacara Adat Mondosiyo

Dusun Pancot, Blumbang Tawangmangu, Gumeng Jenawi, Anggrasmanis Jenawi, Wuku Mondosiyo, Selasa Kliwon, 4 Agustus 2015
Budaya bersih desa di Pancot, Blumbang, Tawangmangu ini dinamakan Mondosiyo, yaitu upacara sedekah bumi yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan bersih desa. Upacara bersih desa ini diselenggarakan dalam beberapa hari dan pada puncak upacara dipentaskan kesenian lokal.Tujuan dari penyelenggaraan upacara tradisi ini adalah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar warga selalu diberi keselamatan lahir batin, berkah dan keberhasilan dan dijauhkan dari segala bencana.Upacara Mondosiyo dilaksanakan setiap 7 bulan sekali atau 6 lapan sekali (1 lapan=35 hari) tepatnya pada hari Selasa Kliwon Wuku Mondhosiyo (kalender Jawa). Dimulai dari jam 06.00 pagi tiap harinya, Upacara Mondhosiyo dilaksanakan di komplek punden “Bale-Pathokan”. Disini juga terdapat Batu Gilang yang menggambarkan siapa yang salah akan kalah atau  mati, dan yang jujur atau baik tentu akan memperoleh kemenangan.

Oktober

 grebeg lawu

Upacara Grebeg Lawu

Puncak Lawu, 1 Suro, Kamis Paing, 15 Oktober 2015
Tahun baru 1 Muharam yang biasa disebut oleh masyarakat Jawa sebagai Sasi Suro, yang diyakini sebagai bulan yang kurang baik untuk melaksanakan berbagai kegiatan  khususnya sebuah hajatan. Namun bagi Pemerintah Kabupaten Karanganyar justru dimanfaatkan untuk  menyelenggarakan sebuah pesta rakyat yang bertajuk Grebeg Lawu.Lawu adalah nama gunung yang sebagian besar ada di Wilayah Kabupaten Karanganyar  (sebagian lagi ada di Wilayah Jawa Timur). Grebeg Lawu  adalah sebuah rangkaian kegiatan yang menampilkan berbagai kesenian dan upacara adat dari beberapa daerah di Karanganyar dan sekitarnya, dan biasanya dilaksanakan di tempat-tempat wisata dan situs-situs religius.
 wahyu kliyu

Upacara Adat Wahyu Kliyu

Dusun Kendal Lor, Jatipuro Kecamatan Jatipuro, 15 Suro, Kamis Legi, 29 Oktober 2015
Wahyu Kliyu adalah upacara adat selamatan berupa sedekah “apem” (semacam kue yang dibuat dari bahan tepung beras) yang  diselenggarakan oleh masyarakat Dusun Kendal Lor, Desa Jatipuro setahun sekali pada bulan Muharam (Sura) tepatnya pada malam bulan purnama tanggal 15 Sura. Wahyu Kliyu dilakukan untuk memohon  kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Dusun Kendal dan sekitarnya selalu mendapat anugrah, diberi kekuatan lahir batin, dijauhkan dari segala bencana serta malapetaka. Tiap kepala keluarga menyajikan apem sejumlah 344 buah. Setelah selesai rangkaian acara do’a, apem dibagi lagi kepada seluruh warga.

Nopember

 hari jadi karanganyar

Hari Jadi Kabupaten Karanganyar

Rabu Legi, 18 Nopember 2015
Hari Jadi Kabupaten karanganyar diperingati setiap tanggal 18 Nopember . Kegiatan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar biasanya diwujudkan dalam kegiatan ziarah, tirakatan, upacara bendera di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, hiburan rakyat, berbagai perlombaan, serta pameran. Semua kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap Pemerintah Kabupaten Karanganyar.Hal yang paling menonjol dalam pelaksanaan upacara Hari Jadi KabupatenKaranganyar ini adalah para peserta berpakaian beskap jangkep (memakai keris), sedangkan untuk ibu-ibu berpakaian kebaya. Sehingga suasana upacara terasa sakral yang dapat mengembangkan rasa cinta kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar, sekaligus sebagai sarana melestarikan nilai-nilai budaya Jawa dengan berpakaian adat Jawa.