Waspada Longsor, Utamakan Keselamatan Jiwa

Beberapa warga RT 01 dan 02 RW 7, Dusun Doksari, Desa Balong, Kecamatan Jenawi saat berada di posko pengungsian Balai Desa setempat, Senin (16/02)

Beberapa warga RT 01 dan 02 RW 7, Dusun Doksari, Desa Balong, Kecamatan Jenawi saat berada di posko pengungsian Balai Desa setempat, Senin (16/02)

Karanganyar, Senin (16/02/2015)
Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta kepada pengungsi yang berada di Posko Pengungsian di Balai Desa Balong, Kecamatan Jenawi untuk mengutamakan keselamatan jiwanya, karena di Dusun Doksari yang mereka tempati terancam bahaya tanah longsor.
“Selalu waspada apabila hujan turun. Kita tadi sudah keliling, kondisinya memang berbahaya karena dikelilingi tebing dan sudah ada beberapa titik longsor walaupun masih kecil,” kata Bupati Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, sesaat setelah meninjau Dusun Doksari, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Senin (16/02).
Menurut seorang warga setempat, Eko Sugiyono, para pengungsi sudah sejak empat hari ini tinggal di Posko Pengungsian. “Kami hanya membawa uang, pakaian, dan surat berharga. Kalau hewan ternak masih berada di rumah,” katanya.
Di tempat tersebut, ada 125 orang pengungsi dari RT 01 dan 02 RW 7 termasuk anak-anak, dewasa dan lansia, dan 37 Kepala Keluarga (KK). Mereka harus meninggalkan rumahnya karena sejak, Kamis (12/02) kampungnya terdapat rekahan tanah yang mengancam keselamatan.
Dari 37 KK yang terkena dampak tanah merekah dan longsor tercatat 30 rumah, tujuh rumah yang tidak terkena dampak longsor mengantisipasi dengan ikut mengungsi.
Tidak hanya di situ, masih dalam satu Kecamatan yang juga masuk daerah rawan.Hal ini ditandai dengan adanya rekahan tanah di Dusun Jambon, Desa Menjing. Sebanyak 23 dinding rumah retak dan beberapa diantaranya lantai amblas. pd