Warga Gempolan Akan Direlokasi ke Tanah Kas Desa

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi, tengah) saat melihat kondisi di salah satu rumah penduduk, Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Rabu (11/02)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi, tengah) saat melihat kondisi di salah satu rumah penduduk, Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Rabu (11/02)

Karanganyar, Jumat (13/02/2015)
Berdasarkan hasil koordinasi antara pihak perangkat desa (Perdes) Gempolan dan Kecamatan Kerjo, 16 kepala keluarga (KK) yang tinggal di lokasi rawan longsor bakal dipindahkan ke tanah kas desa setempat. Keputusan ini sehubungan dengan instruksi Bupati Karanganyar Juliyatmono untuk merelokasi warga yang berdomisili di area rawan longsor.
Kepala Desa (Kades) Gempolan, Sukiman mengatakan telah mencari lokasi yang cocok untuk 16 KK tersebut. Akhirnya, pihaknya mengajukan lahan milik kas desa sebagai pengganti lahan yang nantinya digunakan untuk membangun rumah mereka.
Dia menceritakan lokasi yang baru itu tidak jauh jaraknya dari rumah mereka yang rawan longsor yakni sekitar 200 meter. “Kalau dirata-rata per rumah nanti luasnya 200 meter persegi, paling total sekitar 3.600 meter persegi. Nanti bentuknya adalah swakelola. Warga mendapatkan hak pakai. Sedangkan untuk rumah sebelumnya tetap menjadi hak warga. Tapi semuanya terserah warga setuju atau tidak,” kata dia, Kamis (12/2).
Lokasi yang lama menurutnya memang sudah tidak layak. Pasalnya, sesekali ada getaran dan ditakutkan mengakibatkan adanya longsoran. Oleh karena itu, sebelum musibah terjadi, Pemkab melakukan langkah antisipatif.
Camat Kerjo, Tri Widoyo menegaskan penggunaan tanah kas desa untuk relokasi tersebut baru rencana. “Kalau warga yang bersangkutan setuju, maka saya akan segera melaporkannya ke Bupati,” katanya. pd