Bank Sampah Dari Buran

Kebiasaan masyarakat buang sampah sembarang di desa Buran, menyebabkan banyaknya timbunan sampah di sembarang tempat sehingga terlihat kotor lingkungan permukiman. Namun apabila dikelola dengan baik maka sampah dari sesuatu yang tidak bernilai manfaat menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

foto 1

Melalui program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan, kreativitas dan keuletan warga Desa Buran Tasikmadu melahirkan gagasan dalam menangani sampah. Ide itu kemudian diwujudkan dengan membuat bank sampah dan tempat pengolahan sampah terpadu reduce reuse recycle (TPST 3R) yang diberi nama TPST3R “Barokah”. Bangunan TPST3R tersebut berada di sebelah timur dari Sungai Jongkang Desa Buran.

“Kami menyiapkan lahan seluas 7.300 meter persegi untuk pembangunan tempat sampah terpadu ini yang dahulunya adalah lahan tidur. Disini ada petugas yang akan mengambil sampah dari lingkungan permukiman warga yang selanjutnya di bawah ke tempat sampah ini. Di lahan ini juga di buat untuk area pertanian percontohan organik yang mana pupuk yang digunakan adalah hasil dari pengolahan sampah organik” ungkap Marsies Yayuk Sri Rahayu selaku kepala desa Buran.

foto 2

“Pemdes menyediakan anggaran sebesar Rp. 10,5 juta di tahun 2014 untuk dana operasional pengelolaan TPST3R”, tambah, Kades Buran. Pemberian stimulant tersebut, lanjut Marsieh sebagai bentuk dukungan dan dorongan kepada BKM untuk segera mengoperasikan TPST3R, sekaligus juga jalan keluar atas masalah pembuangan sampah yang dialami oleh warga Buran.

Pengelolaan sampah terpadu di Dusun Nglinggo, Desa Buran, Tasikmadu berhasil menata lingkungan sehat serta memacu usaha mandiri masyarakat setempat. Dari tangan penduduknya, limbah rumah tangga disulap menjadi pupuk organik melalui penyaluran terpilah sejak dari hulu sampai hilir.

Pemilahan sampah dimulai sejak warga membuangnya di tong sampah khusus organik yang tersedia di tiap enam rumah tangga. Kemudian, sampah tersebut diambil petugas penarik sampah menuju fasilitas pengolah sampah terpadu yang belum lama ini dibangun. Di sinilah sampah tersebut dipilah berdasarkan materi organik dan anorganik sebelum diproses lebih lanjut.

foto 3

 

“Petugas memilahnya lagi, meski dari tingkat rumah tangga sudah mengawali proses itu. Baru kemudian sampah organik dimasukkan ke alat pencacah supaya menghasilkan ukuran lebih kecil, untuk dijadikan pupuk organik” kata Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) ‘Maju Lancar’ Desa Buran, Sriyatno.

Sriyatno mengatakan model pengolahan sampah terpadu ini dirintis sejak 2011 silam melalui dukungan Program PLPBK PNPM Mandiri Perkotaan. Dengan sasaran warga di 8 RW dan 57 RT, sampah yang terkumpul tiap tiga hari mencapai 0,5-1 ton.

Selain bangunan TPST3R yang sudah digunakan, BKM Maju Lancar  memanfaatkan sebagai area demplot organic di kawasan TPS3R. Kawasan TPST3R seluas 7000 m2 baru digunakan setengahnya.

Pembangunan area demplot organic tersebut, menurut Sriyatna sebagai bukti memanfaatkan pupuk organic yang telah dibuat di TPST3R. Tanaman dikembangkan adalah tanaman yang berumur pendek, mudah dan banyak dikonsumsi masyarakat. Misalnya Kangkung, Tomat, Terong dan sebagainya. Selain sebagai area demplot juga akan menjadi wahana edukasi bagi pelajar maupun masyarakat sekitarnya, sehingga Kawasan organic tersebut akan ditata sebaik mungkin.

foto 4

Proses untuk berjalannya TPST3R tidak mudah, butuh berkali-kali sosialisasi dan pertemuan yang dilakukan oleh BKM beserta dengan masyarakat agar ikut peduli dalam menangani sampah. Program pemberdayaan masyarakat di Desa Buran ini berhasil membebaskan lima titik lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) sementara yang terdapat timur dusun Kranggan RW I, barat dusun Nglinggo RW IV dekat sungai Jongkang, selatan dusun Ngamban RW VI dekat sungai Ngamban, utara dusun Jongkang RW VIII dekat sungai Jongkang, selatan dusun Jongkang RW V dekat sungai ngamban, dan tempat TPS sementara lainnya yang berpotensi menjadi timbunan sampah. Namun sekarang setelah TPST3R berjalan tempat-tempat tersebut menjadi ruang publik yang sehat, dari yang sebelumnya kumuh dan kotor.

Ditulis oleh :

  1. Dade Saripudin, SPt, MM. (Korkot PNPM Mandiri Perkotaan Kab. Karanganyar)
  2. Totok Setiawan, ST. (Askot Urban Planner Kab. Karanganyar)

Informasi lebih lanjut hub :

  1. BKM Maju Lancar

Alamat : Komplek Balai Desa Buran Kec. Tasikmadu Kab. Karanganyar
Koordinator BKM : Sriyatna
Kades Buran : Marsies Yayuk Sri Rahayu

  1. PNPM Mandiri Perkotaan Kab. Karanganyar

Alamat : Jl. Jalan Badak 2 RT 01 RW VII Kel. Karanganyar, Karanganyar
Koordinator Kota : Dade Saripudin, SPt, MM