Bantu Tingkatkan Swasembada Pangan, TNI AD Dampingi Petani

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka latihan kader pertanian bagi danramil dan babinsa, Senin (09/02) di Aula PT Indo Acidatama, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka latihan kader pertanian bagi danramil dan babinsa, Senin (09/02) di Aula PT Indo Acidatama, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat

Karanganyar, Senin (09/02/2015)
Untuk menjadikan swasembada pangan tahun 2017. Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Bupati Juliyatmono telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, pada 20 Januari 2015.
Pada acara Latihan Kader Pertanian Bagi Danramil dan Babinsa Dalam Rangka Peningkatan Swasembada Pangan Di Wilayah Kodim 0727/Karanganyar, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo mengatakan pelatihan selama tiga hari dari Senin-Rabu (09-11/02). Ada 177 Babinsa dan 17 Danramil se Kabupaten Karanganyar, dan 20 orang dari mahasiswa UNS
“Pelatihan ini meliputi teori dan praktek budidaya padi, jagung, dan kedelai (Pajali). Juga diajarkan cara membuat pestisida nabati dan pupuk organik,”jelas Supramnaryo, Senin (09/02) di Aula PT. Indo Acidatama, Desa Kemiri Kecamatan Kebakkramat.
Kabupaten Karanganyar, kata Supramnaryo, setiap tahun surplus beras sebesar 100 ribu ton. Tahun 2015 ini harapnya bisa naik sebesar 30 persen. “Jadi dalam mencapai produksi swasembada pangan petani, babinsa, dan petugas pendamping bisa saling bahu membahu,” jelas Supramnaryo.
Dia menjelaskan ada berbagai cara untuk meningkatkan target produksi dari pembukaan sumber baru, sistem tanam jajar legowo, penyehatan tanah dengan bahan organik, perbaikan jaringan irigasi, pola tanam dan tanam serentak, dan pendampingan kelompok tani dan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air).
Sementara itu diitempat yang sama Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan kehadirian jajaran TNI AD ini, masyarakat punya harapan hasil pertanian bisa produktif.
“Kita apresiasi atas dukungan untuk meningkatkan swasembada pangan. Dengan upaya tersebut panen bisa tiga kali setahun, dapat diwujudkan,” kata Bupati Juliyatmono.
Juliyatmono juga meminta jika ada lahan persawahan yang hanya bisa panen satu sampai dua kali setahun, Dispertanbunhut Karanganyar agar bisa memfasilitasi dengan membuat irigasi lebih lancar.
“Setiap panen yang biasanya bisa enam ton, bisa naik menjadi 7,5 ton dengan menggunakan bibit yang baik dan mengurangi pupuk kimia,” katanya. pd