Relokasi Warga Terancam Longsor Tak Asal-Asalan

Karanganyar, Jumat (06/02/2015)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melihat tempat rawan longsor, di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melihat rumah rawan longsor, di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar akan membentuk tim, guna mempersiapkan kelayakan lahan untuk relokasi bagi warga Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu dan Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo.

Kepala BPBD Kabupaten Karanganyar Nugroho, mengatakan penting untuk dilakukan pengecekan di lapangan dan tidak asal-asalan. Dari pihak Kecamatan Tawangmangu dan Desa Tengklik pun sudah menyerahkan data nama-nama yang akan direlokasi.

“Kita akan lihat. Benar atau tidak layak di relokasi. Lahan relokasi bagaimana, apakah tepat. Jangan sampai hanya asal dapat lahan tetapi justru rawan becana,” kata Nugroho, Kamis (05/02) saat di temui di kantornya.

Total sampai sampai saat ini terdapat 25 Kepala Keluarga (KK) yang akan direlokasi. 15 KK terdapat di Dusun Guyon, dan 10 KK berada di Desa Plosorejo. Namun, kata Nugroho, jika bersedia harus membuat surat pernyataan agar tidak menempati lagi tempat pemukiman tersebut. “Tidak boleh ditempati lagi, kecuali untuk lahan pertanian,” jelasnya.

Terpisah, Camat Tawangmangu Bambang Prihantoro mengatakan dari 15 KK warga Desa Tengklik, ada 11 KK yang sudah mempunyai tanah sendiri, namun terdapat empat yang tidak mempunyainya.

Terkait relokasi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan memberikan bantuan sebesar Rp. 10 juta, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 15 juta, dan BNPB Jawa Tengah sebanyak Rp. 25 juta. Kesemuanya itu untuk pembangunan tempat tinggal setiap KK. pd