Banyak Rekahan Tanah, Gubernur Jawa Tengah Minta Warga Di Relokasi

Karanganyar, Kamis (29/01/2015)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membandingkan tinggi kursi dengan kedalaman amblasan tanah, Rabu (28/01) di depan rumah Wagiman.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membandingkan tinggi kursi dengan kedalaman amblas tanah, Rabu (28/01) di depan rumah Wagiman.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta agar warga yang menempati area rawan longsor, di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar segera di pindahkan tempat tinggalnya.

Di lokasi itu, terdapat 12 rumah warga yang rawan bencana tanah longsor. Bahkan rumah milik Wagiman, RT 2 RW 3, halaman depan, dan teras sudah amblas sekitar satu meter. Selain itu, di dalam rumah juga terdapat rekahan lantai dan dinding.

Gubernur Ganjar Pranowo, yang saat itu didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo meminta agar warga di tempat itu segera direlokasi. “Tingkat pergeseran tinggi, suka tidak suka, mau tidak mau, ya pindah. Teryata warga punya tanah diatas. Pemerintah akan membuatkan rumahnya,” ujar Ganjar Pranowo, Rabu (28/01) petang saat di lokasi.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan, Pemerintah akan membiayai pembangunan rumah 12 warga itu dengan dana Rp. 45 juta per rumah, yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BNPB Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. “Disini masih terdapat budaya gotong royong. Masih ada bagian rumah yang bisa dipakai,” jelasnya.

Di area lokasi rawan bencan itu, terdapat alat Early Warning System yang bisa berfungsi untuk mendeteksi gerakan tanah, sehingga warga dan pendamping bisa memantau kondisi setiap saat. “Tinggal menghitung hari saja. Jangan sampai seperti peristiwa di Jemblung, Kabupaten Banjarnegara terulang disini,” katanya. pd