Perolehan Pajak Bumi dan Bangunan Telah Capai 80 Persen

Karanganyar, Selasa (27/01/2015)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan SPPT-DHKP Tahun Pajak 2015 secara simbolis, Selasa (27/01)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan SPPT-DHKP Tahun Pajak 2015 secara simbolis, Selasa (27/01)

Tahun ini, perolehan dari pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di 17 Kecamatan se-Kabupaten Karanganyar telah mencapai 80 persen. Pada tahun 2013, paling cepat melunasi Kecamatan Jumapolo, dan tahun 2014 yakni Kecamatan Jumantono.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Karanganyar, Sumarno mengatakan NJOP (Nilai Jual Wajib Pajak) dan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) tahun ini disampaikan lebih awal, maka masyarakat bisa cepat membayar.

“Kami sering mendapatkan pertanyaan dari masyarakat, kapan SPPT disampaikan, membayar Daftar Himbunan Ketetapan Pajak (DHKP), dan yang mengadakan mustasi tanah,” jelas Sumarno, saat acara Penyampaian SPPT dan DHKP PBB Perdesaan dan Perkotaan, Selasa (27/01) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pada tahun 2015, ada kenaikan sekitar 3036 SPPT, atau Rp. 31.910.030.00. Baku PBB tahun ini sebesar Rp. 28.057.171.369,00. “Sedangkan tahun 2014 Rp. 28.025.261.339,00. Pada tahun 2013 dan 2014, penagihan PBB menyisakan tunggakan masing-masing senilai Rp 5,3 miliar dan Rp 5,2 miliar.” jelas Sumarno.

Pendistribusian SPPT melalui petugas mulai kecamatan, desa/kelurahan sampai ke tingkat RT. Petugas penarik pajak diberikan kenaikan insentif. ”Setiap SPPT diberi honor Rp. 500,00, naik sedikit dari tahun lalu hanya Rp.400,00. Harapannya SPPT sampai ke wajib pajak dan segera membayar,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan petugas penarik pajak untuk selalu meneliti ulang wajib pajak yang belum membayar. Selain itu juga sinkronisasi pendataan karena menggunakan sistem konvensional.

“Membayar dengan jumlah tertentu yang tidak berdasarkan nominal wajib pajak tetapi “glondongan”, itu tidak dibenarkan sistem adminitrasi. Tunggakan nanti akan terlihat, maka kita telusuri,” jelasnya.pd