Tunjang Swasembada Beras, Dibangun Saluran Irigasi 2000 Hektar

Karanganyar, Rabu (20/01/2015)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi, Selasa (20/01) di Desa Brujul, Kecamatan Jaten

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi, Selasa (20/01) di Desa Brujul, Kecamatan Jaten

Untuk menunjang tercapainya swasembada panganberupa beras, jagung dan kedelai di Indoenesia. Di wilayah Kabupaten Karanganyar dibangun saluran irigasi sepanjang 2000 hektar.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan Pemerintah Pusat antara Kementerian Pertaniaan dan TNI Angkatan Darat telah mentargetkan dalam dua tahun Indonesia swasembada pangan.

“Untuk mendukung mencapai target. Pembangunan saluran-saluran irigasi dengan besaran untuk satu hektar dengan biaya satu juta rupiah,” ujar Bupati Juliyatmono saat acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Bupati Karanganyar dan Dandim 0727/Karanganyar serta Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier Di Wilayah Kabupaten Karanganyar, Selasa (20/01) di Desa Brujul, Kecamatan Jaten.

Pengelolaan saluran irigasi itu dikelola bersama antara 30 kelompok Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dengan Babinsa. “Pembuatan saluran-saluran irigasi dapat mengaliri sawah dengan baik, lancar dan tidak ada kebocoran. Sehingga Kabupaten Karanganyar bisa meningkatkan surplus beras,” kata Bupati.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Supramnaryo mengatakan Pemkab Karanganyar pada tajun 2015 mendapat alokasi perbaikan saluran irigasi sebanyak 2000 hektar.

“Setiap satu hektar satu juta rupiah, jadi mendapatkan dana Rp. 20 Miliar,” ungkapnya.
Di tanya tentang surplus beras, Kabupaten Karanganyar pada tahun 2014 total produksi mencapai 280 ribu ton. Tahun ini produksi pertanian meningkat 4000 ton.
“Direncanakan tahun 2015 ini peningkatan produksi bisa surplus sekitar 100 ribu ton gabah kering, pada lahan produktif seluas 23.618 hektar,” ujar Supramnaryo. pd