Di Karanganyar Terdapat 37 Benda Cagar Budaya

Karanganyar, Selasa (13/01/2015)

Candi Sukuh merupakan salah satu Benda Cagar Budaya (BCB) yang ada di Kabupaten Karanganyar

Candi Sukuh merupakan salah satu dari 37 Benda Cagar Budaya (BCB) yang ada di Kabupaten Karanganyar

Di wilayah Kabupaten Karanganyar terdapat 37 Benda Cagar Budaya (BCB) Tak Bergerak. Kesemuanya itu berupa Situs, Candi, Pabrik, Rumah tinggal, Gedung, Makam, Masjid, dan Stasiun. Dari daftar BCB itu sampai dengan Desember tahun 2011, terbagi pula kedalam jenis periode Prasejarah, Klasik, Kolonial, maupun Islam.

Menurut Kelapa Seksi (Kasi) Museum, Sejarah Kepurbakalaan, dan Nilai Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar Ismu Suprihatin mengatakan ke 37 BCB yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar itu sudah ada nomer inventaris nya.

“Bahkan untuk Candi Sukuh di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso dan Candi Ceto di wilayah Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, sudah di tetapkan melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia pada tahun 2007,” kata Ismu Suprihatin, Senin (12/01) saat di temui di Kantornya.

Ismu menjelaskan ke 37 Benda Cagar Budaya itu antara lain Situs Matesih, Candi Sukuh, Candi Ceto, Situs Menggung, Situs Cemara Bulus, Candi Planggatan, Situs Plosorejo. “Ada lagi situs Watu Kandang, Pabrik Gula Colomadu, Situs Magallitik Plumbon, Situs Sangiran, Candi Ketek, Makam Nyi Ageng Karang, Situs Giyanti, Stasiun Palur, Makam Syeh Maulana Magribi, Astana Magadeg,” jelasnya.

Lebih lanjut masih terdapat pula Makam BPH Suryanagara, Makam Pangeran Benowo, Masjid Al Yahya, Stasiun Kalioso, Petilasan Watu Gilang, Masjid Jami Karangmojo, Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Balai Pertemuan PG Tasikmadu.

Dikatakanya lebih lanjut, juga termasuk Komplek Rumah PG Tasikmadu, Gedung Keamanan PG Tasikmadu, Balai Pengobatan PG Tasikmadu, Astana Randusongo, Rumah Joglo Pelet Gedong Karangmojo, Pegadaian Karanganyar, Bekas Rumah Kawedanan Karanganyar, Situs Candi Buntar, Masjid Darul Muttaqim Kaliboto, Makam Derpoyudo, Asatana Girilayu, dan Stasiun Kemiri.pd