Keluar Jadi Karyawan, Pilih Tekuni Usaha Mandiri

Sumarsi,30, saat menjahit sandaran kepala bermotif batik di rumahnya, Rabu (07/01)

Sumarsi,30,(berjilbab warna hitam) saat menjahit sandaran kepala bermotif batik di rumahnya, Rabu (07/01)

Keluar dari pekerjaan yang telah di tekuni selama bertahun-tahun menjadi pilihan sulit bagi Sumarsi, 30, salah satu warga Dusun Plosorejo, RT 01 RW 01, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Namun tekad untuk berusaha mandiri menjadi pilihan yang dia tempuh. Sebelumnya ia telah bekerja menjadi karyawan salah satu pabrik tekstil selama 14 tahun di bagian kualiti kontrol.
“Idenya untuk membuat usaha mandiri ini, karena tidak ingin menjadi karyawan terus menerus. Namun membuat usaha sendiri dan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat,” kata Sumarsi, saat ditemui di rumahnya, Rabu (08/01) kemarin siang.

Sumarsi menceritakan, awalnya membeli lembaran kain perca, terus dibikin pernak-pernik dari limbah percah. Tetapi belakangan kemauan masyarakat menjadi berkurang. “Kemudian saya mencoba membuat bantal-bantal, tempat tisu, dan sprei sampai saat ini bisa lumayan laris,” jelas Marsi panggilan akrabnya.

Untuk pemasaran saat ini masih taraf lokal, namun jika ada even pameran dia juga mengikuti pameran. Seperti saat pameran Intanpari Expo 2014 yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Ibu dua orang anak itu mengambil motif batik dari Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, juga batik dari Kecamatan Gondangrejo. “Biasanya membuat satu set untuk mobil terdiri sandaran kepala, tempat tisu, dan sabuk pengaman. Ada juga dari bahan katun,” jelasnya.

Selain itu, Marsi juga membuat bantal, tas, taplak meja. Untuk membuat satu produk hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari diberi pola, di gambar, di potong, kemudian di jahit, dimasukan isi dakron atau silikon, baru jait tangan untuk penutupannya. Namun tergantung besar kecilnya produk, jika agak besar bisa sedikit lebih lama membuatnya.

“Bahan batik satu set hanya seharga Rp 100 ribu. Itu terdiri empat sandaran kepala, satu tempat tisu, dan satu set untuk sabuk pengaman. Kalau berbahan velboa bisa Rp 120 ribu,” kata Marsi yang sudah menekuni usaha mandiri sejak 15 Oktober 2013.

Saat ini, keinginannya yakni untuk perluasan pemasaran dari produk-produk yang di hasilkannya. Namun terkendala tenaga kerja yang baru empat orang. Kelak jika sudah mempunyai karyawan yang banyak akan memperluas area pemasarannya. pd