IPAL Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan Penuhi Standar

Karanganyar, Sabtu (20/12/2014)

BLH Kabupaten Karanganyar, warga dan konsultan, saat melihat sistem IPAL Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, Jumat (19/12) pagi

BLH Kabupaten Karanganyar, warga dan konsultan, saat melihat sistem IPAL
Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, Jumat (19/12) pagi

Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, yang terletak di jalan Solo-Purwodadi Kilometer 7,8 Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo telah bersepakat dengan warga masyarakat Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali untuk membuka saluran Pembuangan Air Limbah (IPAL) berupa gorong-gorong yang ditutup semen dengan dicor.

Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama dalam Berita Acara Pembongkaran/Pembukaan Cor/ Plester Semen pada Outlet IPAL pabrik setempat. Penadatanganan tersebut melibatkan masyarakat Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, yang diwakili oleh Kepala Dusun IV Desa Sawahan, Eko Kusyanto, serta Pimpinan Pabrik Eni Susilo Budi, Jumat (19/12) pagi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar, Edy Yusworo di lokasi mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi kadar air limbah yang dihasilkan dari industri pabrik plastik tersebut.

“Kami akan meminta laporan bulanan setiap bulan hasil laboratorium yang sudah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan terregristasi Kementerian Lingkungan Hidup . Jadi dari hasil itu, dapat diketahui baku mutu air limbah,” kata Edy Yusworo. Dia mengatakan hasil pemeriksaan kadar parameter air limbah pada tiga bulan berturut-turut bulan Agustus, September, dan Oktober 2014 telah memenuhi baku mutu air limbah.

Dari informasi yang dihimpun, pada bulan April tahun ini warga Desa Sawahan protes ke pabrik plastik itu karena Sungai Sobrah yang mengalir di lingkungan desa telah tercemar. Air sungai menjadi bau dan warga merasa terganggu. Tidak hanya itu, warga menutup outlet IPAL dengan semen yang aliran air menuju sungai Sobrah.

Selanjutnya warga bermediasi dengan pabrik plastik Ong Sioe Gwan, BLH Provisi Jawa Tengah, BLH Kabupaten Karanganyar, dan BLH Kabupaten Boyolali. Kemudian warga juga mendapat kompensasi.

Konsultan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, Joko Tri Wisnu mengatakan saat ini sistem pengolahan IPAL tanpa menggunakan bahan kimia. “Saat ini dengan menggunakan non bahan kimia. Banyak perubahan instalasi yang lama dengan yang digunakan saat ini,” ujarnya.

IPAL Industri Ong Sioe Gwan telah memenuhi persyaratan dan ketentuan teknis sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air dan Pengelolaan Kualitas Air dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Baku Mutu Air Limbah.

Kepala Dusun IV Desa Sawahan, Eko Kusyanto mengatakan kalau memenuhi baku mutu, warga Desa Sawahan menerima dan tidak memprotes. “Jika tidak memenuhi baku mutu, maka gorong-gorong saluran pembuangan air limbah sebaiknya ditutup lagi,” ujarnya. pd