Manisnya Duku Matesih

Karanganyar, Selasa (16/12/2014)

DSC_0029

Letak Kabupaten Karanganyar yang wilayahnya sebagian berada di lereng Gunung Lawu mempunyai berbagai potensi buah-buahan dan sayuran. Seperti salah satunya di Kecamatan Matesih, merupakan salah satu penghasil buah duku. Tepatnya di desa Plosorejo, sabagai salah satu sentra penghasil buah duku.

Salah satu warga setempat, Eko Supriyadi mengatakan di desanya rata-rata warga mempunyai pohon duku. Ada yang mempunyai lima hingga 10 pohon di pekarangan rumanya.
“Ciri khas buah duku dari sini terasa lebih manis, jumlah biji sedikit, dan kulitnya lebih kuat sehingga tidak mudah membusuk,” jelas Eko Supriyadi, Senin (15/12) sore saat di temui di rumahnya.

Di desa ini, lanjut Eko, mudah menjumpai pohon duku dengan diameter cukup besar, antara 60 sampai 100 cm dengan ketinggian mencapai diatas 30 meter. Usia pohon duku di sini ini rata-rata sudah berumur ratusan tahun.

“Pohon duku yang berdiameter besar, sudah ada sebelum mereka menghuni pekarangan tersebut. Sebagai contoh, untuk duku dengan diameter 60 cm usianya bisa mencapai 100 tahun. Jadi mereka mewarisi pohon duku itu dari nenek moyang mereka turun temurun,” jelasnya.

Masyarakat di desa Ploserejo mendapatkan penghasilan tambahan lumayan disamping profesi pokoknya sebagai petani. Untuk satu pohon duku saja bisa menghasilkan antara satu sampai lima kuintal buah duku. “Jika per kilonya harga tengkulak Rp. 15.000,00 saja, maka mereka mendapatkan hasil 1,2 juta hingga 7,5 juta untuk sekali musim panen,” kata Eko.

Selain di desa Plosorejo, setidaknya ada tiga desa di kecamatan Matesih sebagai sentra tanaman duku, yaitu di desa Gantiwarno, desa Dawung, desa Pablengan, desa Matesih, dan desa Koripan. Tempat ini sangat berpotensi sebagai sentra budidaya tanaman duku. Kedepan, Karanganyar akan memiliki ikon baru yang lebih menonjol dalam bidang agrowisata khususnya dalam hal produksi buah duku. pd