Lalung Serius Kembangkan Peternakan Sapi Diperkotaan

foto pasuruan-1

Salah satu keseriusnya adalah dilakukannya studi lapangan yang dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Amanah dan pemerintah Kelurahan Lalung di lembaga penelitian dan Pengembangan peternakan sapi Grati, Pasuruan Jawa Timur 28-30 Nopember 2014.

Kelurahan Lalung, Karanganyar saat ini telah memiliki sebuah kawasan peternakan sapi komunal terpadu di sisi barat waduk lalung. Kawasan peternakan sapi komunal yang dibangun oleh Progam Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan, telah dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Ternak Andini Lestari.

Perkembangan kawasan tersebut cukup pesat, dimana jumlah ternak sapinya sudah mencapai 100 ekor dari awal sekitar 54 ekor. Pesatnya perkembangan kawasan peternakan sapi terpadu tersebut tidak terlepas dari komitmen warga yang didukung oleh BKM Amanah Lalung dan pemerintah kelurahan.

foto pasuruan-4

Dipilihnya kunjungan lapangan di balai penelitian dan pengembangan peternakan grati Pasuran, untuk melihat teknologi yang dikembangkan khususnya pengelolaan sapi betina. “Termasuk penguatan kawasan kandang sapi komunal”, ungkap Sukarmo, Koordinator BKM Amanah Lalung ketika menyampaikan maksud dan tujuan studi lapangan.

Ainur Rosyid, staf peneliti BPP Grati menjelaskan bahwa teknologi merubah kandang individu menjadi pola kandang kelompok, cukup efektif diterapkan di wilayah perkotaan. “Efisiensi tenaga menjadi salah satu alasan pengembangan teknologi pola kandang kelompok”, ujar Ainur.

Melalui kandang koloni, lanjut Ainur peternak tidak harus penuh waktu menangani sapi sehingga bisa melakukan aktifitas lainnya. Pakan berupa jerami yang ditempatkan secara khusus “bank pakan”, sehingga sapi dapat makan setiap saat.

foto pasuruan-2

Selain itu dalam hal reproduksi tidak harus mengamati ternaknya terus menerus. Dengan dikoloni 1 pejantan dapat melayani 20 ekor betina. Sapi pejantan memiliki insting yang kuat menemukan betina yang lagi birahi, sehingga dalam setiap saat bisa melakukan perkawinan. “ini menjadi efektif dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi”, tambah Ainur.

Terkait dengan kondisi perkotaan, dalam penjelasannya staf peneliti Peternakan gratis menyampaikan bahwa pengembangbiakan sapi indukan tidak memerlukan pakan yang berprotein tinggi. Cukup pakan yang berprotein maksimal 8%.

Melalui pakan yang berkadar protein tinggi, maka protein akan diserap habis oleh tubuh. Sehingga sisa di kotoran kadarnya semakin kecil bahkan bisa nol. Dampaknya kotoran sapi tidak akan berbau dan tidak akan banyak lalat. Sehingga aman dan tidak menganggu tetangga sebelah.

foto pasuruan-3

Sementara itu, Suparno anggota BKM Amanah lalung mengajukan kerjasama antara Kelompok Ternak Andini Lestari Lalung dengan Balai Penelitian Sapi Grati. Kerjasamanya berupa penyediaan bibit betina yang produktif dan berkualitas.

“Kami mengalami kesulitan mencari bibit betina yang baik”, ungkap suparno yang juga bekerja di Dinas Peternakan Kab. Karanganyar.

Alhamdulillah, permohonan tersebut ditanggapi positif oleh Balai Penelitian Sapi Grati dan diminta untuk segera mengirimkan proposal permohonan.

Pengirim:
Dade Saripudin
Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kab. Karanganyar