Toga Desa Ngunut Dinilai Tim PKK Provinsi Jawa Tengah

Karanganyar, Jumat (28/11/2014)

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan (kedua dari kanan) didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, (baju kuning) saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim Evaluasi Penilaian Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Jawa Tengah meninjau langsung kondisi hasil toga (Tanaman Obat Keluarga) di Kabupaten Karanganyar yang diwakili Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono.

Rombongan tim dipimpin langsung Tuty Hendrawan, Wakil Ketua IV Pengerak PKK Provinsi Jawa Tengah, meninjau lahan toga di belakang Kantor Kepala Desa Ngunut, poliklinik kesehatan desa (PKD) yang sudah menggunakan saintifikasi jamu, pos pengumpulan jamu, dan lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut. Mereka disambut oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Ketua Tim PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono.

“Apotek hidup seperti toga dapat dimanfaatkan keluarga sebagai obat penaggulangan penyakit dan juga membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan,” ujar Tuty Hendrawan, Jumat (28/11) di Kantor Kepala Desa Ngunut.

Lebih lanjut ditambahkan, sistem pengobatan ini murah, mudah dan cepat. Yang dapat di tanam di kebun maupun pekarangan rumah dalam mememenuhi obat keluarga. “Toga juga berfungsi sebagai bahan obat bagi keluarga dan tambahan penghasilan keluarga,” kata nya.

Sementara itu, Siti Komsiah Juliyatmono mengatakan masyarakat Desa Ngunut mempunyai gerakan menanam toga di pekarangan dan di kebun rumah mereka. Warga desa juga mempunyai pastisipasi dalam membangun desa wisata toga. “Terdapat tanaman toga seperti jahe, kunir, temu lawak dan dewa. Kalau berasal dari daun ketepang dan daun salam. Sedangkan dari akar yakni teki dan alang-alang,” ujar Siti Komsiah.

Dalam mengembangkan hasill toga, juga mendapatkan pendampingan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar.

Saat ini sudah terdapat pusat pelatihan dengan pelatihan pembuatan instan, jamu gendong dan makanan ringan. Selain itu juga ada warung herbal, pondok herbal, dan jamu gendong. pd