Karanganyar Gelar Lomba Mapsi

Karanganyar, Kamis (16/10/2014)

Salah satu kelompok peserta musik  rebana pada lomba MAPSI tingkat SD se Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar,  Kamis (16/10) pagi

Penampilan salah satu kelompok peserta musik rebana pada lomba MAPSI tingkat SD se Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (16/10) pagi

Pemkab Karanganyar dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) menggelar lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (Mapsi). Lomba tersebut menjadi tolak ukur keberhasilan Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SD.

Ketua Panitia Mapsi, Suyatno mengungkapkan materi lomba meliputi baca tulis Al Quran, PAI, ketrampilan gerakan bacaan shalat, tartil Al Quran dan praktik serta cerdas cermat terpadu tertulis dan lisan. Tidak hanya itu, panitia juga memberikan penilaian dalam bidang seni Islami yakni musik rebana, vokal rebana, khatam Al Quran, kaligrafi, tilawatil, cipta teks khitabah, seni khitabah, mocopat islami, dan ketrampilan adzan. “Ini sebagai tolak ukur penerapan kurikulum PAI SD dan keberhasilan pendididkan agama islam di Karanganyar,” katanya.

Bagi juara I, Pemkab akan mengikutsertakannya dalam lomba Mapsi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Rencananya, lomba tersebut akan dilaksanakan di Kendal pada tanggal 7-9 November tahun ini. Untuk lomba rebana di langsungkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dengan peserta sembilan kelompok mewakili kecamatan, sedangkan lomba lainnya di selenggarakan di SD Negeri 01 Cangakan.

Di tempat yang sama Bupati Karanganyar, Juliyatmono menuturkan spirit nilai-nilai agama menjadi landasan setiap aktivitas-aktivitas kita sehari-hari.

“Dengan menanamkan pengetahuan dan pemahaman agama terhadap anak usia dini dapat memberikan landasan spiritual yang kuat bagi mereka,” ujar Bupati Juliyatmono, saat membuka lomba tersebut di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (16/10) pagi.
Lebih lanjut Bupati meminta sebelum pelajaran pagi dimulai, anak Sekolah Dasar (SD) diharuskan mengaji dengan suara keras dan mendapat bimbingan dari guru. pd