Tim BPBD Karanganyar Raih Waktu Tercepat

Karanganyar, Rabu (08/10/2014)

Kecepatan, kekompakkan ketrampilan dan ketepatan sangat diperlukan dalam memasang dan bongkar tenda pengungsi, Selasa (07/10) saat lomba yang diikuti 16 BPBD Kabupaten /Kota, di Stadion 45 Kabupaten Karanganyar

Kecepatan, kekompakkan ketrampilan dan ketepatan sangat diperlukan dalam memasang dan bongkar tenda pengungsi, Selasa (07/10) saat lomba yang diikuti 16 BPBD Kabupaten /Kota, di Stadion 45 Kabupaten Karanganyar

Dalam ajang lomba Bongkar Pasang Tenda Pengungsi, Tim Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mencatat waktu tercepat 17 menit 30 detik, menyisihkan tim-tim dari Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah, yang berlangsung di Stadion 45 Kabupaten Karanganyar, Selasa, (07/10).

Lomba yang diikuti 16 BPBD dan setiap tim diikuti 10 orang itu merupakan kegiatan menyambut bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di tempat lain, tingkat Provinsi Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau juga mengadakan kegiatan tersebut pada hari yang sama.

Siti Nurhayati, Direktur Peralatan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, mengatakan dalam lomba ini setiap BPBD di Kabupaten/ Kota dapat meningkatkan kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia) sejauh mana mendirikan tenda pengungsi. “Harapannya jika ada becana, SDM dapat mendirikan tenda pengungsi dengan terampil, cepat, dan tepat,” ujar Siti Nurhayati.

Dia menjelaskan, terbentuknya BPBD dan dengan mempunyai peralatan dasar diharapkan dimanfaatkan secara optimal terutama jika terjadi becana. “Kriteria penilaian termasuk yel-yel,kekompakkan, kecepatan, dan kecermatan bongkar pasang tenda,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar, Rohadi Widodo menuturkan Kabupaten Karanganyar termasuk wilayah yang mempunyai mitigasi bencana longsor seperti di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Karangpandan. Sedangkan wilayah banjir di Kecamatan Kebak Kramat, dan Jaten. “Dibutuhkan kesiapsiagaan dari kita semua, khususnya BPBD dan relawan jika terjadi becana,” ujar Rohadi Widodo. pd